UNSRITUNSRIT

Jurnal Sains dan TeknologiJurnal Sains dan Teknologi

Dalam pelaksanaan suatu proyek biaya merupakan salah satu komponen yang sangatlah penting sehingga biaya yang dikeluarkan haruslah seoptimal mungkin, proses pendistribusian material merupakan aspek yang sangat penting sehingga perlu direncanakan dengan sebaik mungkin karena akan sangat berpengaruh terhadap biaya proyek keseluruhan seperti peningkatan biaya proyek yang dapat terjadi terutama jika proyek yang ditangani terdiri dari beberapa proyek dan membutuhkan material dalam jumlah yang besar, perbedaan jarak antara proyek dan sumber material, perbedaan harga material di setiap sumber membuat pemilik proyek harus menentukan suatu cara agar material yang dibutuhkan dapat diperoleh dan dengan biaya yang optimal, untuk itu maka diperlukan metode-metode transportasi yang tepat untuk mengatasi masalah ini yaitu seperti Metode North West Corner, Metode Least Cost dan Metode Stepping Stone. Dari hasil analisis diperoleh biaya untuk material spandek pada metode awal North West Corner yaitu sebesar Rp. 70.352.000,- dan setelah diuji denga metode Stepping Stone didapatkan bahwa biaya tersebut sudah optimal, biaya yang didapat lebih optimal dari metode Least Cost yang juga diuji dengan metode Stepping Stone yaitu sebesar Rp. 70.387.000,- sehingga dapat disimpulkan bahwa ini metode North West Corner dengan pengujian akhir metode Stepping Stone adalah metode yang tepat untuk digunakan pada permasalahan ini.

Berdasarkan dari hasil yang diperoleh dari penelitian dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.Biaya optimal material spandek yang didapatkan setelah analisa dan pengujian metode-metode transportasi yang digunakan adalah berjumlah Rp.000,- dari hasil metode North West Corner.Biaya Optimal distribusi material sebagai berikut dari CV Inti Kencana dialokasikan sebanyak 120 lembar untuk Gedung PWI dan 180 lembar untuk Gedung Sapta Taruna, dari Toko Karya Baru dialokasikan sebanyak 70 lembar untuk Gedung Sapta Taruna dan 90 lembar untuk Rumah Dinas PUPRD, dari Sumber Keramik dialokasikan sebanyak 100 lembar untuk Rumah Dinas PUPRD.Setelah dilakukan perhitungan berdasarkan volume pekerjaan atap untuk ketiga gedung maka didapatkan jumlah total kebutuhan material spandek adalah berjumlah 560 lembar material spandek ukuran 3m x 0,75m x 0,25mm, untuk Gedung Persatuan Wartawan Indonesia berjumlah 120 lembar, untuk Gedung Sapta Taruna berjumlah 250 lembar dan untuk Rumah Dinas PUPRD 190 lembar.Dari analisa yang dilakukan maka hasil dari metode North West Corner (NWC) dan Stepping Stone adalah berjumlah Rp.000,-, dibandingkan dengan hasil dari metode Least Cost dan Stepping Stone Rp.000,- maka yang lebih optimal adalah hasil dari metode North West Corner (NWC) dan Stepping Stone yaitu Rp.000,- dengan biaya optimal terendah dengan mutu material yang tidak berubah maka dalam permasalahan Ini dapat disimpulkan bahwa metode North West Corner dengan pengujian akhir metode Stepping Stone adalah metode yang tepat untuk permasalahan ini.

Berdasarkan latar belakang dan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode North West Corner dan Least Cost dengan metode transportasi lainnya, seperti metode Vogels Approximation, guna menentukan metode optimal dalam berbagai skenario distribusi material. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model transportasi yang mempertimbangkan faktor-faktor dinamis, seperti fluktuasi harga material, perubahan permintaan, dan kondisi lalu lintas, untuk meningkatkan akurasi prediksi biaya distribusi. Ketiga, penelitian dapat mengkaji penerapan teknologi digital, seperti sistem informasi geografis (SIG) dan algoritma optimasi berbasis kecerdasan buatan, dalam perencanaan dan pengendalian distribusi material konstruksi, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan biaya distribusi material pada proyek konstruksi, sehingga berdampak positif pada ketepatan anggaran, penghematan biaya, dan keberhasilan proyek secara keseluruhan. Pengembangan model yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan menjadi kunci untuk memastikan optimalisasi biaya distribusi material secara berkelanjutan.

  1. OPTIMASI BIAYA PENGIRIMAN BERAS MENGGUNAKAN MODEL TRANSPORTASI METODE NORTH WEST CORNER (NWC) DAN SOFTWARE... journal.widyatama.ac.id/index.php/jitter/article/view/402OPTIMASI BIAYA PENGIRIMAN BERAS MENGGUNAKAN MODEL TRANSPORTASI METODE NORTH WEST CORNER NWC DAN SOFTWARE journal widyatama ac index php jitter article view 402
  2. OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI BERAS MISKIN (RASKIN) MENGGUNAKAN MASALAH TRANSPORTASI TAK SEIMBANG | BAREKENG:... ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/2534OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI BERAS MISKIN RASKIN MENGGUNAKAN MASALAH TRANSPORTASI TAK SEIMBANG BAREKENG ojs3 unpatti ac index php barekeng article view 2534
  1. #pengambilan keputusan#pengambilan keputusan
  2. #tua kondisi sosial#tua kondisi sosial
Read online
File size377.24 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1Gs
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test