UNISBAUNISBA
Aktualita : Jurnal HukumAktualita : Jurnal HukumKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dewasa ini sangat berkembang, termasuk terapi transplantasi sel punca sebagai harapan baru untuk mengobati berbagai penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi secara konservatif maupun operatif. Dalam mengembangkan transplantasi sel punca sebagai penyembuhan suatu penyakit harus sesuai dengan hukum kesehatan yang berlaku, bioetik, moral dan agama khususnya hukum Islam. Di Indonesia, status penggunaan sel punca masih menimbulkan kontroversi karena belum adanya regulasi yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hukum kesehatan saat ini sudah memadai atau belum dalam pelaksanaan terapi transplantasi sel punca sebagai upaya pelayanan kesehatan di Indonesia dan pandangan hukum Islam terhadap hal tersebut.
Pelayanan medik terapi transplantasi sel punca di Indonesia sudah memadai dimulai dari falsafah, konsep sampai pedoman penyelenggaraan terapi transplantasi sel punca.Pelaksanaan pelayanan kesehatan terapi transplantasi sel punca di Indonesia saat ini dipayungi oleh Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 66,67 dan Pasal 70 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 833/MENKES/PER/IX/2009 tentang penyelenggaraan pelayanan sel punca dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 834/Menkes/SK/IX/2009 tentang Pedoman Pelayanan Medis Sel Punca.Pelaksanaan terapi transplantasi sel punca menurut hukum Islam pada dasarnya harus dapat memelihara kepentingan hidup dengan menjaga dan memelihara kemashlahatan manusia, meskipun belum ada fatwa yang mendetail mengenai transplantasi sel punca dengan merujuk kepada ijtihad menggunakan metode penalaran hukum Islam pola istishlahi membolehkan terapi transplantasi sel punca.Kedua hukum ini mempunyai batasan mengenai tansplantasi sel punca dan sepakat bahwa terapi transplantasi menggunakan sel punca non embrionik dapat dilakukan di Indonesia sepanjang memenuhi standar/pedoman dan berbagai pengaturan/perundangan yang ada di Indonesia sedangkan sel punca embrionik pluripotent dan totipotent dilarang karena menganggu martabat manusia.
Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan kajian lebih mendalam tentang aspek-aspek yang terkait dengan terapi transplantasi sel punca, seperti aspek ilmiah, legal, dan dampak sosial. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian tentang penerapan terapi transplantasi sel punca dalam praktik medis di Indonesia, termasuk studi kasus dan evaluasi hasilnya. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengembangkan regulasi yang lebih komprehensif tentang terapi transplantasi sel punca, dengan mempertimbangkan aspek-aspek etika, moral, dan agama. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengembangkan metode penalaran hukum Islam yang lebih spesifik tentang terapi transplantasi sel punca, dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemaslahatan dan kepentingan hidup manusia.
| File size | 901.67 KB |
| Pages | 28 |
| DMCA | Report |
Related /
ATTRACTIVEJOURNALATTRACTIVEJOURNAL Integrasi zonasi material, prosedur pengendalian kualitas, dan manajemen peralatan yang optimal memastikan seluruh lapisan tanggul mencapai kepadatan keringIntegrasi zonasi material, prosedur pengendalian kualitas, dan manajemen peralatan yang optimal memastikan seluruh lapisan tanggul mencapai kepadatan kering
UNIRAYAUNIRAYA Dewasa ini, semakin banyak terjadi kasus tindak pidana pangan dan banyak juga hukuman pelaku tindak pidana pangan yang diputus oleh pengadilan dan telahDewasa ini, semakin banyak terjadi kasus tindak pidana pangan dan banyak juga hukuman pelaku tindak pidana pangan yang diputus oleh pengadilan dan telah
UNIRAYAUNIRAYA B/2018/PN Bgl) adalah didasarkan pada fakta yang terungkap di persidangan dengan mempertimbangkan landasan yuridis, dan non-yuridis, serta wajib mempertimbangkanB/2018/PN Bgl) adalah didasarkan pada fakta yang terungkap di persidangan dengan mempertimbangkan landasan yuridis, dan non-yuridis, serta wajib mempertimbangkan
UNHASAUNHASA Hasil pengujian menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin diperoleh sebesar 49,02±5,51 gram/unit, telah melebihi standar minimal hemoglobin yaitu 45 gram/unit.Hasil pengujian menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin diperoleh sebesar 49,02±5,51 gram/unit, telah melebihi standar minimal hemoglobin yaitu 45 gram/unit.
POLITAPPOLITAP Majapahit menerapkan sistem pemerintahan yang terstruktur dengan baik. Majapahit membangun hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai kerajaan, di antaranyaMajapahit menerapkan sistem pemerintahan yang terstruktur dengan baik. Majapahit membangun hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai kerajaan, di antaranya
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Karena itu untuk memberikan pemahaman kepada para staf, manajer perlu untuk menjadi contoh pelaksanaan P. D, yaitu nilai perusahaan yang menjadi dasarKarena itu untuk memberikan pemahaman kepada para staf, manajer perlu untuk menjadi contoh pelaksanaan P. D, yaitu nilai perusahaan yang menjadi dasar
UNISBAUNISBA Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalahMetode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah
UMPRUMPR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bagian jalinan (weaving area) dan volume lalu lintas saat ini. Penelitian yang dilakukan pada bagianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bagian jalinan (weaving area) dan volume lalu lintas saat ini. Penelitian yang dilakukan pada bagian
Useful /
POLITAPPOLITAP Makna diri dan identitas sosial anak tuna daksa dibentuk oleh simbol sosial yang disepakati dalam interaksi kelompok. Oleh karena itu, untuk mendukungMakna diri dan identitas sosial anak tuna daksa dibentuk oleh simbol sosial yang disepakati dalam interaksi kelompok. Oleh karena itu, untuk mendukung
POLITAPPOLITAP Mengingat banyaknya variasi dalam penggunaan bahasa, orang sering mencampur bahasa dalam percakapan mereka—sebuah fenomena yang dikenal sebagai campurMengingat banyaknya variasi dalam penggunaan bahasa, orang sering mencampur bahasa dalam percakapan mereka—sebuah fenomena yang dikenal sebagai campur
UNISMUHUNISMUH Metode pendekatan kualitatif mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako.Metode pendekatan kualitatif mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur antara tenaga kependidikan dan mahasiswa di rektorat Universitas Tadulako.
UNISBAUNISBA Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil dariData yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil dari