AKPERFATMAWATIAKPERFATMAWATI

JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)

Keselamatan pasien merupakan indikator utama kualitas pelayanan kesehatan dan menjadi tanggung jawab semua tenaga kesehatan, khususnya perawat yang memberikan perawatan langsung. Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan keselamatan pasien adalah integrasi pendidikan kesehatan ke dalam praktik keperawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara integrasi pendidikan kesehatan dalam praktik keperawatan dengan peningkatan keselamatan pasien. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional deskriptif, melibatkan perawat unit rawat inap yang dipilih secara purposif sebanyak 120 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat integrasi pendidikan kesehatan serta tingkat keselamatan pasien, kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji korelasi. Hasil menunjukkan mayoritas perawat telah mengintegrasikan pendidikan kesehatan dengan baik dan tingkat keselamatan pasien tergolong tinggi; terdapat korelasi positif dan signifikan antara kedua variabel (r = 0,52, p < 0,001). Diskusi menggarisbawahi bahwa pendidikan kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan, didukung komunikasi terapeutik yang efektif, dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pasien dalam menjaga keselamatan selama proses perawatan. Kesimpulan menegaskan bahwa integrasi pendidikan kesehatan ke dalam praktik keperawatan merupakan strategi penting untuk meningkatkan keselamatan pasien, sehingga fasilitas kesehatan perlu memperkuat kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan budaya keselamatan pasien.

Integrasi pendidikan kesehatan ke dalam praktik keperawatan secara signifikan meningkatkan keselamatan pasien, terbukti dari hubungan positif yang kuat antara keduanya.Meskipun mayoritas perawat telah mengimplementasikan pendidikan kesehatan dengan baik, tantangan seperti keterbatasan waktu, beban kerja, dan variasi pelatihan keselamatan masih menghambat penerapan konsisten.Dukungan organisasi melalui kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan budaya keselamatan yang kondusif diperlukan untuk memperkuat strategi berkelanjutan ini.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program pembelajaran campuran jangka panjang yang menggabungkan simulasi klinis dan pendidikan interprofesional dalam meningkatkan kompetensi perawat terkait keselamatan pasien; penyelidikan ini dapat menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik keselamatan. Selain itu, studi campuran dapat menyelidiki pengaruh beban kerja dan keterbatasan waktu terhadap konsistensi pemberian pendidikan kesehatan oleh perawat, dengan tujuan mengidentifikasi faktor penghambat serta mengembangkan strategi mitigasi yang praktis. Terakhir, pengembangan dan pengujian alat bantu keputusan digital yang memandu perawat dalam memberikan pendidikan kesehatan terstruktur pada saat perawatan bedside dapat diteliti untuk menilai dampaknya terhadap pengetahuan pasien dan hasil keselamatan klinis, menggunakan metode kuasi‑eksperimental dan analisis outcome pasien.

  1. HUBUNGAN PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/34472HUBUNGAN PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI journal universitaspahlawan ac index php jkt article view 34472
  1. #pengumpulan data#pengumpulan data
  2. #pasien rawat inap#pasien rawat inap
Read online
File size463.96 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-31e
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test