UNIFLORUNIFLOR

Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Raja Chulalongkorn adalah awal pada pertengahan tahun 1880-an melakukan perubahan dalam struktur pemerintahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan yang dilakukan oleh raja Chulalongkorn terhadap negara Thailand, Faktor Pendorong Raja Chulalongkorn untuk Mengadopsi Kebijakan Modernisasi. Dampak kebijakan Modernisasi Raja Chulalongkorn Terhadap Transformasi Sosial dan Politik Negara (Siam) Thailand. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh Raja Chulalongkorn adalah awal pada pertengahan tahun 1880-an ia mulai secara bertahap menempatkan adminisator yang kompeten dan terpercaya, yang memungkinkannya untuk melaksanakan reformasi besar-besaran secara lebih efektif. Puncaknya adalah pembentukan 12 kementerian. Salah satu pencapaiannya yang paling terkenal adalah penghapusan perbudakan secara bertahap. Reformasi Administrasi dan Pemerintahan: Ia merombak sistem administrasi feodal yang lama dengan model pemerintahan sentral yang lebih moderen dan efisien. Sistem hukum tradisional digantikan dengan sistem hukum yang lebih moderen, terinspirasi oleh model Barat. Pengadilan-pengadilan baru didirikan, dan undang-undang baru diberlakukan, pembangunan Infrastruktur: Pemerintahannya mendorong pembangunan infrastruktur vital seperti jaringan kereta api pertama, jalan raya, layanan pos dan telegraf, serta rumah sakit dan sekolah moderen. Pembangunan ini sangat penting untuk integrasi nasional dan pertumbuhan ekonomi, reformasi Pendidikan: Raja Chulalongkorn sangat menekankan pentingnya pendidikan. Ia mendirikan sekolah-sekolah moderen, termasuk sekolah untuk anak perempuan dan sekolah kejuruan. Ia juga mengirim banyak pelajar Siam untuk menuntut ilmu di Eropa. Upaya ini melahirkan generasi baru pejabat dan intelektual yang terdidik, reformasi Keuangan dan Fisikal: Sistem perpajakan direformasi untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi korupsi. Sebuah sistem anggaran nasional diperkenalkan, modernisasi Militer. Angkatan bersenjata dimodernisasi dengan pelatihan dan persenjataan model Barat untuk memperkuat pertahanan negara. Faktor-faktor yang pendorong Raja Chulalongkorn mengadopsi Pemikiran dan kebijakan diplomasi yang cerdas. Dampa kebijakan Raja Chulalongkor adalah dampak sosial dan politik.

Kebijakan modernisasi Raja Chulalongkorn berhasil membawa perubahan signifikan dalam struktur pemerintahan, sistem hukum, dan pembangunan infrastruktur di Thailand.Reformasi ini memperkuat kedaulatan negara dan menjaga kemerdekaan Thailand dari kolonialisme Eropa.Dampak sosial dan politik dari kebijakan ini mencakup penghapusan perbudakan, peningkatan pendidikan, serta modernisasi militer yang memperkuat posisi Thailand sebagai negara yang mandiri.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang reformasi modernisasi Raja Chulalongkorn terhadap struktur sosial dan ekonomi Thailand saat ini. Selain itu, studi perbandingan antara kebijakan modernisasi Thailand dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya dapat memberikan wawasan tentang strategi pengembangan nasional. Terakhir, penelitian lebih lanjut tentang peran pendidikan dalam mempercepat proses modernisasi dan membangun kapasitas intelektual masyarakat Thailand.

  1. Vol. 9 No. 2 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah | Sajaratun: Jurnal Sejarah... doi.org/10.37478/sajaratun.v9i2Vol 9 No 2 2024 Sajaratun Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Sajaratun Jurnal Sejarah doi 10 37478 sajaratun v9i2
Read online
File size868.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test