UMUM

Jurnal Graha PengabdianJurnal Graha Pengabdian

Ruang publik berkualitas berperan penting dalam membangun interaksi sosial dan kesehatan masyarakat. Di Desa Mangliawan, Kabupaten Malang, terdapat sebuah pendopo yang belum berfungsi optimal akibat kurangnya fasilitas pendukung dan penataan landscape yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan landscape pendopo agar dapat menjadi ruang interaksi masyarakat yang hidup, nyaman, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa, dan studi dokumentasi. Hasil perencanaan menghasilkan konsep Ruang Terbuka yang Hidup dan Inklusif dengan menambahkan fasilitas pendukung seperti cafe joglo, kantor budaya, kamar mandi, dan gedung pertemuan. Perencanaan ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi sosial, mendukung perekonomian lokal UMKM, serta melestarikan identitas budaya melalui integrasi unsur-unsur tradisional dalam desain. Dampak positif diharapkan terwujud pada aspek sosial, ekonomi, dan kelembagaan desa.

Perencanaan landscape pendopo Desa Mangliawan memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan fungsi ruang publik sebagai tempat interaksi sosial masyarakat dan berbagai kegiatan lainnya.Kondisi eksisting yang belum tertata menyebabkan potensi yang dimiliki pendopo belum bisa dimanfaatkan secara optimal.Melalui analisis yang telah dilakukan, pemerintah desa berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melakukan perencanaan desain landscape di area sekitar penndopo.Konsep yang diterapkan menerapkan penggunaan ruang yang terbuka untuk kegiatan masyarakat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi dampak sosial dan ekonomi dari perencanaan landscape pendopo ini. Bagaimana pendopo yang telah direnovasi dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung dapat meningkatkan interaksi sosial dan mendukung perekonomian lokal? Apakah ada perubahan signifikan dalam aktivitas masyarakat dan partisipasi mereka dalam kegiatan sosial dan budaya? Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari perencanaan ini, terutama dalam hal pelestarian identitas budaya dan integrasi unsur-unsur tradisional dalam desain. Apakah konsep Ruang Terbuka yang Hidup dan Inklusif berhasil menciptakan ruang yang inklusif dan berkelanjutan? Bagaimana pendopo ini dapat terus menjadi pusat aktivitas masyarakat dan melestarikan budaya lokal?.

Read online
File size369.62 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test