UBUB

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu KomputerJurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer

Kota Gorontalo merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana banjir akibat kondisi hidrologis yang dilalui oleh beberapa sungai besar. Data historis menunjukkan bahwa banjir yang terjadi pada Juli 2024 merupakan salah satu kejadian terparah dalam satu dekade terakhir. Berbagai sistem mitigasi banjir berbasis Internet of Things (IoT) telah dikembangkan, namun sebagian besar masih bergantung pada konektivitas internet sehingga kurang optimal diterapkan pada daerah yang memiliki keterbatasan jaringan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi mitigasi banjir dengan mengintegrasikan teknologi Long Range (LoRa) dan Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) untuk mendukung transmisi data sensor secara real-time pada area yang memiliki maupun tidak memiliki akses internet. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan memanfaatkan sensor ultrasonik waterproof, water flow sensor, dan piezo vibration sensor yang terhubung pada arsitektur LoRa-MQTT. Pengujian dilakukan terhadap kemampuan sistem dalam membaca parameter banjir serta kualitas komunikasi data berdasarkan parameter delay dan packet loss. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengirimkan data sensor pada jarak hingga 2000 meter dengan rata-rata delay sebesar 0,412 detik dan packet loss sebesar 0%. Sistem juga berhasil mengklasifikasikan kondisi banjir ke dalam status aman, waspada, dan bahaya berdasarkan hasil pembacaan sensor secara real-time. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi LoRa dan MQTT mampu menyediakan komunikasi data yang andal, menjaga keutuhan data selama transmisi, serta mendukung sistem peringatan dini banjir yang dapat diakses melalui aplikasi web dan mobile.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi protokol MQTT dan teknologi LoRa terbukti sangat efektif dalam mendukung komunikasi jarak jauh yang hemat daya untuk aplikasi mitigasi banjir.Sistem ini memungkinkan transmisi data sensor tanpa memerlukan koneksi internet langsung melalui LoRa, dengan data kemudian diteruskan ke broker MQTT oleh LoRa RX, sehingga pembacaan sensor dapat diakses secara real-time melalui aplikasi web dan mobile.Keseluruhan hasil pengujian perangkat dan aplikasi menunjukkan bahwa integrasi LoRa dan MQTT berfungsi dengan baik, menjadikannya solusi andal untuk sistem mitigasi banjir real-time.

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan potensi besar integrasi LoRa dan MQTT untuk mitigasi banjir, namun masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut demi sistem yang lebih cerdas dan efisien. Salah satu arah studi masa depan yang menarik adalah mengintegrasikan model pembelajaran mesin pada mekanisme Adaptive Transmission yang sudah ada. Alih-alih mengandalkan ambang batas statis, bagaimana jika sistem dapat memprediksi potensi banjir secara lebih akurat dengan menganalisis pola historis data sensor, perkiraan cuaca, dan informasi lingkungan lainnya, sehingga interval pengiriman data dapat menyesuaikan secara lebih dinamis dan prediktif? Hal ini akan meningkatkan responsivitas sistem secara signifikan. Selanjutnya, mengingat potensi penerapan di area yang lebih luas, penting untuk menyelidiki skalabilitas sistem ini. Bagaimana optimasi penempatan gateway LoRa dan algoritma perutean data dapat memastikan kualitas layanan (QoS) tetap tinggi di lingkungan multi-gateway yang kompleks, terutama ketika banyak sensor serentak melaporkan kondisi bahaya dan memicu peningkatan volume data? Penelitian ini bisa mengeksplorasi strategi untuk meminimalisir interferensi dan memastikan transmisi data yang andal dalam skala kota atau daerah aliran sungai yang lebih besar. Terakhir, untuk meningkatkan keberlanjutan sistem di lokasi terpencil, studi dapat fokus pada optimalisasi konsumsi energi. Bagaimana konsep komputasi tepi (edge computing) dapat diimplementasikan pada node LoRa TX atau gateway untuk melakukan pemrosesan data awal dan penyaringan anomali secara lokal? Dengan demikian, hanya data yang benar-benar krusial yang ditransmisikan ke broker MQTT, secara drastis mengurangi beban transmisi dan memperpanjang masa pakai baterai perangkat sensor, menjadikan sistem lebih mandiri dan tahan lama di lokasi tanpa sumber daya listrik konstan.

  1. ANALISIS PERSEPSI DAN STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KOTA GORONTALO | Abdul... doi.org/10.31764/geography.v12i1.17652ANALISIS PERSEPSI DAN STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KOTA GORONTALO Abdul doi 10 31764 geography v12i1 17652
  2. PUBLIC ENGAGEMENT IN THE POLICY OF ARRANGEMENT AND EMPOWERMENT FOR STREET VENDORS IN GARUT KOTA SUBDISTRICT... doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v22i2.25792PUBLIC ENGAGEMENT IN THE POLICY OF ARRANGEMENT AND EMPOWERMENT FOR STREET VENDORS IN GARUT KOTA SUBDISTRICT doi 10 24198 sosiohumaniora v22i2 25792
Read online
File size1.33 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test