POLSRIPOLSRI

TEKNIKATEKNIKA

Proses penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP) barang dan jasa pada Ditreskrimum Polda Lampung masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet, sehingga sering menimbulkan duplikasi data, kesalahan input, serta keterlambatan verifikasi. Kondisi ini menghambat efektivitas, akurasi, dan transparansi dalam perencanaan pengadaan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem informasi RUP berbasis web untuk mengoptimalkan proses pengelolaan pengadaan. Metode pengembangan menggunakan framework Scrum, yang meliputi identifikasi kebutuhan pengguna, penyusunan product backlog, sprint planning, pengembangan modul, serta evaluasi melalui sprint review dan retrospective. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Scrum mempercepat siklus pengembangan, meningkatkan kolaborasi tim, dan menghasilkan sistem yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan. Sistem informasi yang dibangun mampu mengotomatisasi penyusunan dokumen RUP sesuai standar LKPP, menyediakan pemantauan status verifikasi secara real-time, serta menyajikan fitur audit trail. Sistem juga menurunkan risiko duplikasi data, mengurangi kesalahan penginputan, mempercepat proses validasi, dan menghasilkan laporan RUP yang dapat diekspor dalam format PDF maupun Excel. Penerapan sistem ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya efisiensi kerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan RUP di Ditreskrimum Polda Lampung.

Hasil pengembangan Sistem Informasi RUP Ditreskrimum Polda Lampung menggunakan framework Scrum menunjukkan peningkatan kinerja yang terukur berdasarkan hasil pengujian dan validasi sistem.Pengujian Black Box pada tujuh fungsi utama (login, input RUP, validasi, verifikasi, laporan, ekspor, dan pencarian) memperoleh hasil 100% sesuai expected output, menandakan seluruh fungsi berjalan stabil tanpa error.Sementara itu, User Acceptance Test (UAT) menghasilkan nilai rata-rata 4,8 dari 5, menunjukkan bahwa sistem diterima pengguna karena dinilai lebih mudah digunakan, lebih cepat, dan lebih akurat dibanding proses manual sebelumnya.Dari sisi efektivitas, sistem berhasil menghilangkan duplikasi data, mempercepat waktu validasi, dan menurunkan risiko kesalahan input berdasarkan hasil uji fungsional dan validasi pengguna.Secara kuantitatif, fitur laporan otomatis meningkatkan efisiensi penyajian dokumen karena tidak lagi memerlukan kompilasi manual yang memakan waktu.Dengan demikian, temuan utama penelitian menunjukkan bahwa penerapan Scrum tidak hanya mempercepat proses pengembangan aplikasi, tetapi juga menghasilkan sistem yang valid, akurat, dan meningkatkan efisiensi serta transparansi pengelolaan RUP di Ditreskrimum Polda Lampung.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan pengukuran kinerja sistem secara kuantitatif, seperti analisis efisiensi waktu pemrosesan data, akurasi hasil laporan, dan perbandingan kinerja antara sistem baru dan prosedur manual. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan model evaluasi kualitas sistem menggunakan pendekatan System Usability Scale (SUS) atau Technology Acceptance Model (TAM) untuk memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai tingkat penerimaan pengguna. Integrasi sistem dengan platform nasional seperti SIRUP LKPP juga dapat menjadi ruang eksplorasi penelitian berikutnya untuk menilai dampaknya terhadap sinkronisasi data dan efektivitas pengadaan. Penelitian mendatang juga dapat memperluas cakupan pengujian dengan menerapkan performance testing, load testing, atau analisis keamanan guna menilai ketahanan sistem dalam skala operasional yang lebih besar.

Read online
File size952.17 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test