AKADEMITNIALAKADEMITNIAL

Amphibious JournalAmphibious Journal

Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki potensi sumber daya maritim yang melimpah yang dapat bermanfaat bagi kemakmuran masyarakat dan kemajuan bangsa. Selain membawa keuntungan, sebagai negara dengan maritim yang besar dengan segala potensinya rentan terhadap munculnya ancaman bagi pertahanan dan keamanan negara. Dalam rangka mencegah segala ancaman tersebut, TNI AL sebagai unsur utama pertahanan negara di laut yang memiliki tugas dan tanggung jawab menegakkan kedaulatan negara di laut harus dapat memanfaatkan segala potensi di laut menjadi kekuatan pertahanan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Binpotmar merupakan hal yang harus dibina secara bersama oleh TNI AL dan departemen/Instansi/badan terkait untuk menyiapkan kekuatan pertahanan laut, serta dijadikan sebagai suatu kekuatan pengganda untuk mendukung pertahanan di laut. Binpotmar menjadi kewajiban pemerintah yang harus disosialisasikan, diajarkan, dan dipahami kepada seluruh rakyat Indonesia. Agar edukasi ini efektif, Binpotmar harus dilaksanakan dan diberikan semenjak usia dini agar senantiasa tertanam dan terbina bagi generasi‑generasi penerus yang akan datang. Salah satu edukasi mengenai Binpotmar dapat diberikan melalui lembaga pendidikan yakni AAL. Akademi Angkatan Laut (AAL) sebagai unsur pelaksana pusat dalam struktur organisasi TNI AL dan sebagai lembaga pendidikan pertama perwira TNI Angkatan Laut yang bertujuan mendidik taruna menjadi perwira TNI Angkatan Laut yang tanggap dalam hal akademis, tangguh dalam kepribadian, dan trengginas dalam kesamaptaan jasmani serta berpedoman teguh dengan Sapta Marga, 8 wajib TNI, dan Trisila TNI AL sehingga dapat mengembangkan pribadi sebagai kader pemimpin TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani.

Penelitian ini menemukan bahwa pembelajaran Binpotmar masih bersifat teoritis dan kurang praktik lapangan bagi taruna, sehingga karakter dan kesiapan mereka belum optimal.Analisis SWOT menunjukkan perlunya program pembelajaran bertahap, terintegrasi dengan kegiatan pengabdian masyarakat, untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan taruna dalam konteks maritim.Implementasi program berjenjang tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi serta kepemimpinan taruna Akademi Angkatan Laut secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas program pembelajaran Binpotmar berbasis pengabdian masyarakat dengan pendekatan kuasi‑eksperimental untuk mengukur perubahan kompetensi taruna secara kuantitatif. Selanjutnya, studi komparatif antara perguruan tinggi militer lain dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam integrasi pendidikan maritim dan pengabdian masyarakat, sehingga dapat disusun kerangka kerja standar nasional. Akhirnya, penelitian kualitatif mengenai persepsi lembaga lokal terhadap kontribusi taruna dalam program pengabdian dapat mengungkap faktor sosial‑kultural yang mempengaruhi keberlanjutan intervensi, memberikan dasar bagi kebijakan yang lebih responsif dan inklusif.

Read online
File size1.25 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test