AKADEMITNIALAKADEMITNIAL

Amphibious JournalAmphibious Journal

Korps Marinir merupakan salah satu Komando Utama Operasi (Kotama Ops) TNI di bawah komando langsung Panglima TNI. Dalam perjalanan sejarah, Korps Marinir telah menunjukkan kepada bangsa Indonesia kemampuannya sebagai pasukan pendarat amfibi.Untuk menunjang tugas pokok tersebut Korps Marinir membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan serta kecakapan dalam melaksanakan tugas. Dalam hal ini Akademi Angkatan Laut sebagai lembaga yang memiliki fungsi membentuk calon calon perwira TNI Angkatan Laut termasuk calon perwira Korps Marinir yang kelak akan menjadi pemimpin Korps Marinir. Taruna Korps Marinir dituntut untuk dapat memahami materi di bidang militer taktik, salah satunya mengenai Taktik Kondisi Tertentu yakni perang lawan gerilya. Permasalahan dalam penelitian ini yakni kurangnya jumlah pelatih dan pendukung dalam pelaksanaan latihan, kurangnya sarana dan prasarana dan kurangnya materi yang diterima oleh Taruna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teori manajemen sebagai pedoman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalisasi latihan perang lawan gerilya dengan tujuan meningkatkan kemampuan penanggulangan separatisme bagi Taruna Korps Marinir sehingga setelah lulus Pendidikan akan menjadi Danton yang siap ditugaskan untuk menanggulangi Gerakan separatisme bersenjata. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan hal-hal yang perlu dioptimalkan antara lain penambahan jumlah pelatih dan pendukung, pembaruan sarana dan prasarana, penggunaan teknologi modern dalam pelaksanaan latihan dan pembentukan mata kuliah sendiri operasi perang lawan gerilya. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan penanggulangan separatisme Taruna Korps Marinir.

Latihan perang lawan gerilya bagi Taruna Korps Marinir penting untuk membentuk Danton yang handal dalam menanggulangi separatisme.Namun, latihan ini masih memiliki kekurangan mendasar, termasuk peralatan yang usang, jumlah pelatih dan pendukung yang tidak memadai, serta ketiadaan modernisasi teknologi.Selain itu, materi pelatihan yang ada dalam buku panduan Taruna dianggap sangat terbatas, tidak merinci tahapan dan taktik operasi lawan gerilya secara komprehensif.

Berdasarkan temuan yang menunjukkan adanya keterbatasan dalam latihan perang lawan gerilya bagi Taruna Korps Marinir, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dikaji secara mendalam bagaimana pengembangan kurikulum mata kuliah perang lawan gerilya yang berdiri sendiri, dengan fokus pada taktik intelijen, pengamanan, teritorial, dan informasi, dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kesiapan Taruna dalam menghadapi gerakan separatisme bersenjata di berbagai kondisi medan. Penelitian ini dapat membandingkan model kurikulum saat ini dengan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk studi kasus dari keberhasilan penanggulangan separatisme di negara lain, untuk mengidentifikasi praktik terbaik. Kedua, sangat relevan untuk meneliti dampak penggunaan teknologi modern, seperti integrasi pesawat tanpa awak (drone) jenis CR-UAV untuk misi pemantauan jarak dekat, serta sistem komunikasi terenkripsi yang lebih maju, terhadap efektivitas operasional Taruna di lapangan. Bagaimana teknologi ini dapat mendukung pengambilan keputusan taktis, meningkatkan kecepatan respons, dan meminimalkan risiko dalam operasi kontra-gerilya adalah pertanyaan penting yang dapat dijawab melalui studi eksperimental atau simulasi. Ketiga, mengingat adanya kendala pada peralatan fisik yang usang, penelitian dapat mengeksplorasi potensi implementasi simulasi tempur berbasis virtual reality (VR) atau augmented reality (AR) sebagai suplemen atau alternatif latihan lapangan. Studi ini akan menganalisis sejauh mana simulasi canggih tersebut dapat membantu mengasah naluri tempur, keterampilan membuat keputusan, dan koordinasi tim Taruna tanpa harus selalu mengandalkan peralatan konvensional yang seringkali tidak memadai. Hasil dari penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan konkret untuk memodernisasi dan mengoptimalkan program pelatihan Taruna Korps Marinir di masa depan.

Read online
File size3.24 MB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test