AKADEMITNIALAKADEMITNIAL

Amphibious JournalAmphibious Journal

Departemen Marinir merupakan Program studi Diploma IV – Manajemen Pertahanan Matra Laut Aspek Darat. Program Studi ini memiliki misi menyelenggarakan pendidikan taruna Korps Marinir untuk menjadi Perwira Korps Marinir yang mampu melaksanakan tugas sebagai Komandan Peleton Infanteri Marinir yang professional, berjiwa juang, disiplin, kebanggaan, kerja keras dan kerja cerdas serta memiliki kesamaptaan jasmani yang tinggi. Di dalam Program Studi Departemen Marinir diajar dan dilatihkan Mapel Para Dasar. Dalam suatu operasi, pemindahan dan pengiriman pasukan tempur dan perlengkapannya ke suatu daerah sasaran merupakan suatu hal yang mutlak dilaksanakan. Salah satu cara pemindahan pasukan dan perlengkapannya dengan cara diterjunkan melalui pesawat udara (terjun statik). Pelaksanaan terjun statik ini mengandung resiko dan bahaya yang cukup tinggi. Sehingga perlu dilaksanakan latihan Para Dasar untuk menyiapkan prajurit Marinir agar siap menghadapi segala medan penugasan. Para Dasar merupakan latihan yang wajib diikuti dan dikuasai oleh Taruna AAL tingkat III Korps Marinir, Materi latihan Para Dasar meliputi teori Para Dasar, Ground Training, Praktek terjun siang dan malam serta terjun dengan bersenjata.

Penyampaian materi Para Dasar perlu dioptimalkan dengan meningkatkan pelatih, menggunakan teknologi visual dan simulasi.waktu latihan dapat dimaksimalkan melalui sks maksimum dan pembekalan sebelum Kolatmar.sarana prasarana perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko.

Salah satu arah penelitian lanjutan yang penting adalah menilai apakah penggunaan simulasi virtual dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi teknik exit serta mengemudi, dibandingkan dengan pelatihan secara langsung. Penelitian ini dapat difokuskan pada pengamatan performa taruna sebelum dan sesudah terjun simulasi, memanfaatkan data fisiologis dan kognitif. Di sisi lain, diperlukan studi longitudinal yang menilai dampak penambahan waktu ground training—misalnya 3 SKS—pada penurunan angka cedera, dengan memonitor kondisi fisik dan mental melalui kuesioner serta rekaman video yang diolah. Penelitian tambahan mengikuti arah ini dapat memeriksa efek integrasi alat sensor di peralatan pesawat simulasi, termasuk monitor tekanan dan posisi tubuh, untuk mengidentifikasi real-time feedback. Dengan tiga saran di atas, penelitian dapat menambah basis pengetahuan tentang перегoptimasi pelatihan di Korps Marinir, meningkatkan keselamatan, dan meminimalkan risiko saat exit, mengemudi, dan mendarat.

Read online
File size3.49 MB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test