UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Perkembangan kota-kota berkembang di Indonesia ditandai oleh dinamika pertumbuhan fisik, peningkatan mobilitas, serta intensifikasi aktivitas sosial dan ekonomi yang sering kali berdampak pada perubahan citra dan keterbacaan ruang kota. Kota Bandar Lampung, sebagai ibu kota Provinsi Lampung dan gerbang utama Pulau Sumatera, mengalami kondisi tersebut seiring pesatnya perkembangan kawasan pusat kota dan perluasan wilayah permukiman ke arah pinggiran. Ketimpangan penguatan elemen visual dan ruang publik antar kawasan berpotensi menimbulkan fragmentasi citra kota, sehingga persepsi masyarakat terhadap struktur dan identitas ruang cenderung terpusat pada area tertentu saja. Dalam konteks ini, pemahaman mengenai bagaimana pengguna kota memaknai, mengingat, dan merepresentasikan ruang perkotaan menjadi penting untuk mengungkap pembentukan citra Kota Bandar Lampung secara menyeluruh. Pendekatan cognitive mapping dipandang relevan karena mampu menangkap persepsi spasial, pengalaman visual, serta makna simbolik yang terbentuk melalui interaksi sehari-hari masyarakat dengan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini mengkaji citra Kota Bandar Lampung berdasarkan persepsi pengamat untuk mengidentifikasi elemen-elemen ruang yang dominan, sekaligus memahami hubungan antara struktur fisik kota, pengalaman sosial, dan pembentukan identitas perkotaan.

Analisis menunjukkan citra Kota Bandar Lampung didominasi oleh elemen path dan landmark dengan legibility dan imageability tinggi, khususnya jalur utama seperti Jalan Raden Inten dan Jalan ZA Pagar Alam serta landmark seperti Tugu Adipura, Masjid Agung Al‑Furqon, dan Hotel Grand Mercure.Struktur citra masih terpusat pada inti kota, sementara kawasan pinggiran kurang terinternalisasi karena minim elemen visual dan simpul aktivitas.Pendekatan cognitive mapping terbukti efektif dan dapat menjadi dasar perencanaan untuk memperkuat identitas ruang serta memeratakan elemen citra dan ruang publik secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji persepsi citra kota di wilayah pinggiran Bandar Lampung dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam untuk mengetahui faktor‑faktor yang dapat meningkatkan imageability di kawasan tersebut; selanjutnya, studi kombinasi metode kualitatif cognitive mapping dengan analisis GIS dapat memperkuat pemahaman kuantitatif tentang korelasi antara karakteristik fisik ruang dan persepsi publik, sehingga memberikan data yang lebih komprehensif bagi perencanaan kota; terakhir, penelitian tentang penggunaan teknologi digital seperti aplikasi pemandu jalan berbasis augmented reality dapat mengevaluasi apakah bantuan visual tersebut dapat meningkatkan keterbacaan (legibility) dan rasa memiliki (sense of place) di antara pengguna kota yang berbeda latar belakang, memberikan insight inovatif untuk strategi city branding yang inklusif.

  1. Analisis Kebutuhan Layanan Transportasi Publik di Kota Bandar Lampung | Seminar Nasional Insinyur Profesional... doi.org/10.23960/snip.v2i1.40Analisis Kebutuhan Layanan Transportasi Publik di Kota Bandar Lampung Seminar Nasional Insinyur Profesional doi 10 23960 snip v2i1 40
  2. Pemanfaatan Ruang Punden Pada Tradisi Nyadranan Desa Klepek Kabupaten Kediri | RUAS. pemanfaatan ruang... ruas.ub.ac.id/index.php/ruas/article/view/410Pemanfaatan Ruang Punden Pada Tradisi Nyadranan Desa Klepek Kabupaten Kediri RUAS pemanfaatan ruang ruas ub ac index php ruas article view 410
  3. Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Publik kota Bandar Lampung | Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP).... doi.org/10.23960/snip.v2i1.82Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Publik kota Bandar Lampung Seminar Nasional Insinyur Profesional SNIP doi 10 23960 snip v2i1 82
Read online
File size1.33 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test