UTUUTU

Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku UmarJurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar

Salah satu jenis limbah yang sering diabaikan adalah limbah kayu kecil seperti stik es krim. Kayu stik es krim memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi anak-anak di Gampong Cot Gud, Aceh Besar dalam mengolah limbah stik es krim menjadi kerajinan tangan yang fungsional dan edukatif. Metode pelatihan dilakukan dalam bentuk sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung yang menyenangkan dan interaktif dengan pengawasan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kreatif ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan teknis, dan partisipasi aktif anak-anak. Produk hasil karya anakuctor Gampong Cot Gud juga cukup baik. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter, kolaborasi, dan berpikir kritis bagi anak-anak. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan semacam ini efektif sebagai strategi pendidikan lingkungan dan pemberdayaan berbasis komunitas.

Kegiatan pelatihan es-krim di Gampong Cot Gud telah memberikan dampak positif secara edukatif, sosial, dan lingkungan.Anak‑anak yang terlibat menjadi lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, mengembangkan kreativitas, dan belajar bekerjasama dalam membuat produk kerajinan.Oleh karena itu, pelibatan anak melalui praktik daur ulang berbasis pelatihan merupakan strategi efektif untuk membangun kesadaran lingkungan dan potensi ekonomi kreatif lokal.

Pengembangan program pelatihan daur ulang stik es krim perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi longitudinal untuk menilai apakah kesadaran dan perilaku berkelanjutan pada anak tetap berlanjut setelah 6–12 bulan. Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas pelatihan ini dengan metode intervensi lain seperti pelatihan online atau peran‑oleh‑peran untuk menentukan pendekatan terbaik dalam konteks komunitas terpencil. Studi tambahan dapat menjelajahi potensi pasar bagi produk kerajinan edukatif hasil daur ulang, termasuk analisis biaya‑manfaat dan strategi pemasaran yang melibatkan pemangku kepentingan lokal. Riset berkepanjangan dengan menggunakan desain quasi‑eksperimental dapat menilai dampak jangka panjang terhadap peningkatan keterampilan teknis dan nilai sosial pada anak‑anak. Analisis data kuantitatif yang lebih mendalam, seperti indeks pengetahuan lingkungan sebelum dan sesudah pelatihan, dapat memperkuat bukti kinerja intervensi. Penelitian berbasis partisipatif dapat melibatkan orang tua dan guru untuk mengembangkan modul pelatihan yang lebih terintegrasi dengan kurikulum sekolah. Penggunaan teknologi sederhana, misalnya aplikasi catat tumpukan stik, dapat dieksplorasi untuk meningkatkan pemantauan pengumpulan limbah di rumah tangga. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji peran fasilitator, mengidentifikasi kualitas pengפקיד yang berkontribusi pada partisipasi aktif anak. Penerapan model pelatihan ini di daerah lain harus dikaji melalui studi kasus, menilai perbedaan budaya dan sumber daya lokal. Akibatnya, keterlibatan anak dalam pelatihan daur ulang dapat menjadi katalis bagi pembangunan ekonomi kreatif lokal dan peningkatan kualitas lingkungan.

Read online
File size477.68 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test