UM MetroUM Metro

Jurnal Renvoi: Jurnal Hukum dan SyariahJurnal Renvoi: Jurnal Hukum dan Syariah

Korps Brigade Mobil (Brimob) merupakan satuan elit dalam struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan serius terhadap stabilitas nasional. Salah satu tugas penting Brimob adalah menangani unjuk rasa atau demonstrasi yang dapat berkembang menjadi kerusuhan sosial apabila tidak dikendalikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif upaya Korps Brimob dalam penanganan unjuk rasa di Indonesia dengan meninjau aspek kebijakan, strategi operasional, pendekatan humanis, serta penerapan prinsip hak asasi manusia (HAM) dalam setiap tindakan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brimob memiliki empat pilar utama dalam strategi penanganan unjuk rasa, yaitu pencegahan dini, penyiapan personel, penggunaan kekuatan secara proporsional, serta evaluasi pasca-operasi. Dalam praktiknya, Brimob menghadapi berbagai tantangan, seperti provokasi massa, tekanan politik, serta persepsi publik terhadap penggunaan kekerasan oleh aparat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan pelatihan non-kekerasan, peningkatan kemampuan komunikasi publik, serta transparansi dalam setiap operasi lapangan agar Brimob semakin dipercaya sebagai pelindung rakyat.

Korps Brimob memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional, khususnya dalam penanganan unjuk rasa.Keberhasilan Brimob bergantung pada kapasitas personel, dukungan kebijakan, koordinasi lintas satuan, serta penerapan SOP yang sesuai dengan prinsip HAM.Brimob perlu terus meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan pendekatan humanis untuk membangun kepercayaan publik.Penelitian ini juga menegaskan bahwa penanganan unjuk rasa harus seimbangkan antara keamanan dan perlindungan hak warga negara.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak penggunaan teknologi non-lethal seperti drone dan water cannon dalam operasi pengendalian massa, dengan mempertimbangkan efektivitas dan kepatuhan terhadap prinsip HAM. Selain itu, studi tentang dinamika komunikasi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam konteks unjuk rasa dapat memberikan wawasan baru tentang cara membangun kepercayaan publik. Terakhir, penelitian kualitatif tentang pengaruh media sosial terhadap persepsi publik terhadap tindakan Brimob dapat membantu merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan transparan.

Read online
File size361.1 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test