UMUM
Jurnal Sosiologi Pendidikan HumanisJurnal Sosiologi Pendidikan HumanisKurikulum Merdeka bertujuan untuk memberdayakan peserta didik dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mandiri dan inovatif. Namun, proses implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Tumpang dihadapkan pada sejumlah problematika. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan, kesulitan, solusi dan strategi penerapan kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Tumpang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu salah satu guru Sosiologi SMAN 1 Tumpang yang terlibat dalam proses pembelajaran dan staf sekolah yang terkait dengan implementasi kurikulum merdeka. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kurikulum merdeka di SMAN 1 Tumpang membawa sejumlah tantangan yang memerlukan peran aktif tenaga pendidik dalam mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan siswa secara individual, tidak hanya itu berbagai kesulitan juga muncul diantaranya yaitu sulit mengubah kebiasaan siswa yang dituntut belajar mandiri, kesulitan dalam pembuatan modul ajar, kesulitan guru dalam penerapan P5, serta kesulitan dalam melakukan administrasi pembelajaran. Dalam menghadapi berbagai kesulitan tersebut, guru Sosiologi SMAN 1 Tumpang mengambil berbagai solusi strategis, seperti mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, memberikan pelatihan dan pembinaan kepada guru, dan menciptakan kolaborasi antara guru dan siswa.
Penerapan kurikulum merdeka di SMAN 1 Tumpang ini juga memiliki beberapa tantangan dan kesulitan.Salah satu tantangan utama adalah perubahan mindset dan kebiasaan siswa.Sebagian siswa terbiasa dengan pembelajaran yang lebih tradisional dan memerlukan waktu untuk mengadaptasi peran aktif dalam pembelajaran.Berbagai kesulitan dalam pengimplementasian kurikulum merdeka di SMAN 1 Tumpang diantanya yaitu penyusunan modul ajar yang dulunya disebut dengan RPP, menyesuaikan administrasi pembelajaran sesuai dengan pedoman kurikulum merdeka.Dalam menerapkan kurikulum merdeka tentu saja membutuhkan strategi.Informan penelitian selaku guru Sosiologi SMAN 1 Tumpang memiliki strategi unik yang diterapkan pada saat mengajar, yaitu berusaha menjadikan mata pelajaran Sosiologi sebagai mata pelajaran yang menyenangkan.Penugasan yang diberikan bukan berbentuk soal, melainkan tes lisan berupa sharing mengenai kejadian atau masalah yang siswa hadapi kemudian mengaitkannya dengan Sosiologi.Penilaian dilakukan dengan melihat sejauh mana siswa dapat mengatasi masalah tersebut (problem solving).Sedangkan media pembelajaran yang digunakan adalah media pembelajaran digital melalui aplikasi Kahoot.Kahoot sering digunakan untuk evaluasi pembelajaran seperti untuk kuis atau test, dan juga untuk ujian.Tidak hanya Kahoot, dalam melaksanakan pembelajaran juga menggunakan media lainnya.Dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan belajar sangat penting untuk membantu siswa mengatasi ketakutan akan kemandirian dan meningkatkan keterampilan metakognitif.Dalam menghadapi berbagai kesulitan tersebut, sekolah dapat mengambil berbagai solusi strategis, seperti mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, memberikan pelatihan dan pembinaan kepada guru, dan menciptakan kolaborasi antara guru dan siswa.Dukungan dan partisipasi dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat juga menjadi kunci untuk menghadapi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka.Dengan menerapkan teori AGIL dalam proses implementasi Kurikulum Merdeka, SMAN 1 Tumpang dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat dan diintegrasikan untuk mencapai keberhasilan dalam penerapan kurikulum baru ini.Melalui adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan nilai-nilai yang sesuai, sekolah dapat menghadapi berbagai tantangan dan mengoptimalkan manfaat dari Kurikulum Merdeka bagi pembelajaran dan perkembangan siswa.
1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik siswa di SMAN 1 Tumpang, seperti mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. 2. Mengkaji lebih dalam tentang peran guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, termasuk tantangan dan solusi yang mereka hadapi dalam memfasilitasi proses belajar-mengajar yang mandiri dan kreatif. 3. Menjelajahi dampak kurikulum merdeka terhadap prestasi akademik siswa, terutama dalam mata pelajaran sosiologi, dan mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
| File size | 396.78 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO Studi-studi ini mendukung integrasi teknologi dalam pendidikan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. BerdasarkanStudi-studi ini mendukung integrasi teknologi dalam pendidikan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Berdasarkan
UKITORAJAUKITORAJA Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru serta faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia pada siswaPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru serta faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia pada siswa
STAI YPBWISTAI YPBWI Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena sharenting telah diterapkan oleh orang tua sejak anak mereka masih dalam kandungan dan berlanjut hingga anakHasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena sharenting telah diterapkan oleh orang tua sejak anak mereka masih dalam kandungan dan berlanjut hingga anak
STAI YPBWISTAI YPBWI Bentuk penerapan bermain edukatif meliputi bermain peran dan simbol kebangsaan, permainan kolaboratif, serta integrasi budaya lokal. Pembiasaan nasionalismeBentuk penerapan bermain edukatif meliputi bermain peran dan simbol kebangsaan, permainan kolaboratif, serta integrasi budaya lokal. Pembiasaan nasionalisme
STAI YPBWISTAI YPBWI Intervensi seperti terapi bermain secara nyata mengurangi gejala pada kasus follow-up terdokumentasi. Temuan ini menekankan perlunya skrining rutin diIntervensi seperti terapi bermain secara nyata mengurangi gejala pada kasus follow-up terdokumentasi. Temuan ini menekankan perlunya skrining rutin di
STAI YPBWISTAI YPBWI Pada penelitian ini yang menjadi pusat perhatian adalah konsep Kurikulum Merdeka yang memberikan tuntutan baru kepala sekolah untuk tercipta lingkunganPada penelitian ini yang menjadi pusat perhatian adalah konsep Kurikulum Merdeka yang memberikan tuntutan baru kepala sekolah untuk tercipta lingkungan
STAINUPASTAINUPA Studi ini menggali signifikansi pemahaman budaya dan lingkungan dalam membentuk siswa yang sadar budaya dan lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan penelitianStudi ini menggali signifikansi pemahaman budaya dan lingkungan dalam membentuk siswa yang sadar budaya dan lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan penelitian
STAINUPASTAINUPA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum pesantren dengan kurikulum Pendidikan formal,Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum pesantren dengan kurikulum Pendidikan formal,
Useful /
MAN4KOTAPEKANBARUMAN4KOTAPEKANBARU Faktor pendukung meliputi kesiapan peserta didik dan ketersediaan sumber belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi motivasi belajar yang terbatas,Faktor pendukung meliputi kesiapan peserta didik dan ketersediaan sumber belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi motivasi belajar yang terbatas,
UNJAUNJA Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Negeri 101768 Tembung.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Negeri 101768 Tembung.
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait pola konsumsi jajanan di lingkungan sekolah.Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait pola konsumsi jajanan di lingkungan sekolah.
UNPERUNPER (3) Kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM. (4) Kecerdasan emosional secara signifikan memengaruhi Spirituality(3) Kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM. (4) Kecerdasan emosional secara signifikan memengaruhi Spirituality