STIKES BHMSTIKES BHM

WARTA BHAKTI HUSADA MULIA : Jurnal KesehatanWARTA BHAKTI HUSADA MULIA : Jurnal Kesehatan

Perilaku bullying yang dilakukan antar teman dari hal yang terkceil berupa mencuri kotak pensil, mengejek-ejek teman hingga memukul bagian kepala temannya, mencubit bahkan samapi ada salah satu dari siswa yang mengangkat meja setinggi tingginya karena marah akan perbuatan teman sebayanya yang menjadi korban bullying. Peneliti ingin mengetahui pengaruh adanya Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Tentang Bullying Terhadap Pengetahuan Bullying Pada Remaja di SMK PGRI 1 Ngawi. Metode penelitian yang digunakan pra-eksperimental dengan desain one grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 250 responden. Hasil pembagian sampel dengan rumus Slovin diperoleh nilai pembulatan sebesar 71 responden. Pendidikan kesehatan melalui media video di SMK PGRI 1 Ngawi, untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual tentang bullying adalah efektiv (p=0,000) terhadap tingkat pengetahuan dan sikap antar kelompok, namun tidak efektiv untuk antar perlakuan. Hasil uji stastistik menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai p=(0,000) maka lebih kecil atau tidak lebih dari α=0,05 yang berarti H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video Tentang Bullying pada siswi kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti mnyimpulkan Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video Menggunakan peninkatan pengetahuan Tentang bullying pada siswi kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai suatu metode pendidikan dalam berkaitan bullying Menggunakan media video terhadap pengetahuan siswa kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi.

Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video peninkatan Menggunakan pengetahuan Tentang bullying pada siswi kelas X di SMK PGRI 1 Ngawi.

Untuk memperkaya pemahaman kita tentang pencegahan bullying, penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dengan beberapa arah yang menarik. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang membandingkan efektivitas pendidikan kesehatan melalui media video ini dengan metode edukasi lain, misalnya ceramah langsung atau diskusi kelompok, bahkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan intervensi sama sekali. Ini akan membantu kita melihat seberapa unik dan kuat pengaruh media video dibandingkan cara-cara lain. Kedua, penting untuk tidak hanya mengukur peningkatan pengetahuan sesaat, tetapi juga melihat dampaknya dalam jangka panjang. Studi lanjutan bisa meneliti apakah pengetahuan yang didapat dari video ini bertahan lama pada remaja, dan yang lebih penting, apakah hal itu benar-benar mengubah perilaku mereka terkait bullying, baik sebagai pelaku, korban, maupun saksi. Apakah mereka menjadi lebih berani melapor atau lebih peka untuk tidak melakukan bullying? Ketiga, karena penelitian ini dilakukan di satu sekolah tertentu, akan sangat berguna untuk mengulang studi serupa di berbagai jenis sekolah lain atau dengan kelompok remaja yang lebih beragam latar belakangnya, termasuk di daerah perkotaan maupun pedesaan. Selain itu, bisa juga diteliti lebih spesifik apakah media video ini lebih efektif untuk mencegah jenis bullying tertentu, seperti cyberbullying yang kini marak, atau apakah ada perbedaan efeknya pada remaja laki-laki dan perempuan.

  1. #pendidikan kesehatan#pendidikan kesehatan
Read online
File size226 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1G2
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test