UNITRIUNITRI

Nursing News : Jurnal Ilmiah KeperawatanNursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan

Peradangan yang terjadi pada tali pusat menjadi salah satu pencetus morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir di seluruh dunia. Berbagai upaya preventif maupun kuratif dilakukan untuk menekan kejadian tersebut. Studi kasus ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pemberian asuhan keperawatan pada bayi baru lahir dengan masalah resiko infeksi. Desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian dilakukan dengan metode accidental sampling. Penelitian dilakukan terhadap tiga neonatus usia < 7 hari dengan kondisi tali pusat belum terlepas di ruang nifas RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan tanggal 23-28 Februari 2022. Fokus permasalahan adalah resiko infeksi. Intervensi yang dilakukan pada tali pusat dengan menggunakan ASI. Hasil penelitian menunjukkan tali pusat seluruh bayi dalam keadaan basah pada hari pertama. Penerapannya dengan mengoleskan pangkal tali pusat dengan cotton bud yang sudah diberi tetesan ASI sebanyak 1-2 tetes, dilakukan 2 kali pagi dan sore setelah mandi. Setelah perawatan selama dua hari, masalah keperawatan resiko infeksi teratasi. Hal ini ditandai dengan tali pusat yang cenderung kering dan tidak ada tanda-tanda peradangan seperti: tidak ada kemerahan, berbau, pus, edema, dan nyeri tekan. Hasil studi kasus ini, menjadi salah satu pedoman dalam pemberian asuhan keperawatan bayi baru lahir khususnya yang beresiko mengalami peradangan pada tali pusat.

Pemberian tetesan ASI pada tali pusat neonatus merupakan salah satu upaya preventif dalam mencegah terjadinya peradangan tali pusat.Selain mudah dalam mengaplikasikan teknik tersebut, kelebihan lainnya yaitu biaya yang dikeluarkan sangat terjangkau.Sehingga orang tua dari seluruh kalangan dapat memberikan perawatan tali pusat dengan teknik tersebut.Begitu juga dalam pemberian asuhan keperawatan, metode perawatan tali pusat dengan pemberian ASI dapat mempercepat putusnya tali pusat dengan durasi yang lebih singkat yaitu sekitar 2-5 hari dibandingkan metode lainnya seperti perawatan tali pusat dengan kassa steril, metode terbuka, dan kassa steril dengan alkohol.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas kombinasi ASI dengan metode perawatan tali pusat lain seperti penggunaan antiseptik alami atau teknik kering. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengevaluasi perbedaan hasil antara pemberian ASI secara rutin versus sesekali. Terakhir, penelitian lebih lanjut bisa fokus pada dampak jangka panjang dari perawatan tali pusat menggunakan ASI terhadap kesehatan neonatus secara keseluruhan, termasuk risiko alergi atau kekurangan nutrisi pada bayi.

  1. HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN KEJADIAN INFEKSI PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN... doi.org/10.34012/jukep.v2i2.556HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN KEJADIAN INFEKSI PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD Dr PIRNGADI MEDAN doi 10 34012 jukep v2i2 556
  2. PERBEDAAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN ASI DENGAN KASSA KERING TERHADAP LAMA PELEPASAN TALI PUSAT... doi.org/10.35906/vom.v10i2.118PERBEDAAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN ASI DENGAN KASSA KERING TERHADAP LAMA PELEPASAN TALI PUSAT doi 10 35906 vom v10i2 118
  3. HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN LAMANYA PUPUT TALI PUSAT DI PUSKESMAS SELESAI KAB. LANGKAT TAHUN... doi.org/10.36911/pannmed.v14i1.558HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN LAMANYA PUPUT TALI PUSAT DI PUSKESMAS SELESAI KAB LANGKAT TAHUN doi 10 36911 pannmed v14i1 558
Read online
File size177.59 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test