ITSCIENCEITSCIENCE
Healthcaring: Jurnal Ilmiah KesehatanHealthcaring: Jurnal Ilmiah KesehatanProses persalinan tidak hanya melibatkan perubahan fisiologis, tetapi juga respons psikologis yang dapat memengaruhi pengalaman persalinan ibu. Selama persalinan diketahui dapat meningkatkan kecemasan dan ketegangan yang dapat meningkatkan persepsi nyeri serta berpotensi memengaruhi kemajuan persalinan. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk membantu ibu mengelola respons psikologis selama persalinan adalah teknik relaksasi pernapasan, seperti slow deep breathing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik slow deep breathing terhadap kondisi psikologis ibu bersalin di RSD Idaman Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan posttest-only control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu bersalin yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n = 15) dan kelompok kontrol (n = 15) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan latihan teknik slow deep breathing selama proses persalinan, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar. Kondisi psikologis ibu diukur menggunakan kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas (Cronbachs alpha = 0,82). Analisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kondisi psikologis pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (55,93 vs 34,80). Sebagian besar responden pada kelompok intervensi berada pada kategori kondisi psikologis baik (66,7%) dan sangat baik (33,3%), sedangkan pada kelompok kontrol mayoritas responden berada pada kategori sedang (60%) dan buruk (20%). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa teknik slow deep breathing berpotensi membantu meningkatkan kondisi psikologis ibu selama proses persalinan. Oleh karena itu, teknik ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan dalam mendukung kenyamanan psikologis ibu selama persalinan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kondisi psikologis ibu bersalin antara kelompok yang mendapatkan intervensi slow deep breathing dan kelompok kontrol di RSD Idaman Banjarbaru.Kelompok intervensi menunjukkan skor kondisi psikologis yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol, yang mengindikasikan bahwa teknik slow deep breathing berpotensi membantu meningkatkan kenyamanan dan stabilitas psikologis ibu selama proses persalinan.Berdasarkan hasil tersebut, tenaga kesehatan, khususnya bidan, dapat mempertimbangkan penerapan teknik slow deep breathing sebagai bagian dari pendampingan persalinan untuk mendukung kenyamanan psikologis ibu.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada eksplorasi efektivitas teknik slow deep breathing dalam mengurangi persepsi nyeri selama persalinan, dengan melibatkan pengukuran objektif seperti skala nyeri visual analog (VAS) untuk mendapatkan data yang lebih kuantitatif. Selain itu, penelitian dapat dirancang untuk menginvestigasi pengaruh teknik slow deep breathing terhadap kadar hormon stres (kortisol) pada ibu bersalin, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme fisiologis yang mendasari manfaat teknik tersebut. Terakhir, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari teknik slow deep breathing terhadap kesehatan mental ibu pascapersalinan, termasuk penurunan risiko depresi pascapersalinan dan peningkatan ikatan ibu-bayi.
- Efektivitas Teknik Slow Deep Breathing terhadap Respons Psikologis Ibu Bersalin Kala I di RSD Idaman... doi.org/10.47709/healthcaring.v5i1.8148Efektivitas Teknik Slow Deep Breathing terhadap Respons Psikologis Ibu Bersalin Kala I di RSD Idaman doi 10 47709 healthcaring v5i1 8148
- Physiology of Long Pranayamic Breathing: Neural Respiratory Elements may Provide a Mechanism that Explains... doi.org/10.4172/2157-7595.1000252Physiology of Long Pranayamic Breathing Neural Respiratory Elements may Provide a Mechanism that Explains doi 10 4172 2157 7595 1000252
- The Journal of Perinatal & Neonatal Nursing. journal perinatal neonatal nursing journals.lww.com/jpnnjournal/citation/1998/09000/maternity_and_women_s_health_care.12.aspxThe Journal of Perinatal Neonatal Nursing journal perinatal neonatal nursing journals lww jpnnjournal citation 1998 09000 maternity and women s health care 12 aspx
| File size | 276.96 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
AKBIDHIPEKALONGANAKBIDHIPEKALONGAN Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukan peningkatan signifikan pemahaman pada kader pada tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 63,2%Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukan peningkatan signifikan pemahaman pada kader pada tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 63,2%
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Terdapat pengaruh kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit IslamTerdapat pengaruh kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Islam
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Temuan ini menunjukkan bahwa metode ERACS dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas pemulihan pasien pasca sectio caesarea. Disarankan agar tenaga kesehatanTemuan ini menunjukkan bahwa metode ERACS dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas pemulihan pasien pasca sectio caesarea. Disarankan agar tenaga kesehatan
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Tujuan penulisan karya ilmiah ini agar peneliti dapat memberikan edukasi kesehatan kepada pasien serta menjalankan asuhan keperawatan untuk pasien yangTujuan penulisan karya ilmiah ini agar peneliti dapat memberikan edukasi kesehatan kepada pasien serta menjalankan asuhan keperawatan untuk pasien yang
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Hipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg, yang sering menyebabkan komplikasiHipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg, yang sering menyebabkan komplikasi
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah di anggap tinggi jika sistolik (angka atas) 140 mmHg dan diastolic (angka bawah) 90 mmHg. TujuanTekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah di anggap tinggi jika sistolik (angka atas) 140 mmHg dan diastolic (angka bawah) 90 mmHg. Tujuan
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi kader melalui pelatihan dan dukungan yang berkelanjutan untuk memaksimalkan peran mereka dalamOleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi kader melalui pelatihan dan dukungan yang berkelanjutan untuk memaksimalkan peran mereka dalam
AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY Literatur ini bertujuan untuk mengetahui terapi relaksasi benson untuk menurangi nyeri pada pasien fraktur femur sinistra. Metode penelitian ini adalahLiteratur ini bertujuan untuk mengetahui terapi relaksasi benson untuk menurangi nyeri pada pasien fraktur femur sinistra. Metode penelitian ini adalah
Useful /
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan anemia kit terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil tentang anemia di PuskesmasPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan anemia kit terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil tentang anemia di Puskesmas
ITSCIENCEITSCIENCE Proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merangsang pelepasan oksitosin pada ibu yang mendukung stabilisasi suhu tubuh bayi selama kontak kulit ke kulit. TujuanProses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merangsang pelepasan oksitosin pada ibu yang mendukung stabilisasi suhu tubuh bayi selama kontak kulit ke kulit. Tujuan
UNRAMUNRAM Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) presentasi konsep LEISA; (2) demonstrasi pengolahan limbah perkebunan menjadi pakan alternatifKegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) presentasi konsep LEISA; (2) demonstrasi pengolahan limbah perkebunan menjadi pakan alternatif
UNRAMUNRAM Hasil dari program ini adalah terciptanya produk Yogurt Wedang Kolang-Kaling, minuman fungsional yang memadukan kandungan probiotik yogurt dengan giziHasil dari program ini adalah terciptanya produk Yogurt Wedang Kolang-Kaling, minuman fungsional yang memadukan kandungan probiotik yogurt dengan gizi