GOODWOODPUBGOODWOODPUB

International Journal of Financial, Accounting, and ManagementInternational Journal of Financial, Accounting, and Management

Tujuan utama artikel ini adalah untuk memahami makna konsumsi barang palsu dari perspektif konsumen yang kurang mampu. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografis. Data dianalisis melalui proses hermeneutik iteratif. Hasil: Studi menemukan bahwa konsumen yang kurang mampu menggunakan produk palsu terutama untuk mengekspresikan perasaan benci terhadap merek asing. Benci ini mendorong terbentuknya resistensi dan ketahanan, yang secara utama terwujud dalam produksi produk palsu. Keterbatasan: Signifikansi penelitian ini terbatas oleh ukuran sampel responden yang kecil dan pengumpulan data yang hanya dilakukan di Kota Dhaka, sehingga membentuk cakupan studi yang sempit. Kontribusi: Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang mengapa konsumsi produk palsu diterima oleh konsumen kurang mampu, serta mengungkap persepsi mereka terhadap konsumsi merek asing—aspek yang belum pernah dibahas sebelumnya dalam literatur akademik.

Konsumen yang kurang mampu di Bangladesh menggunakan produk palsu sebagai bentuk perlawanan terhadap imperialisme merek yang berasal dari kekuatan barat.Perasaan benci terhadap merek asing, yang berakar pada pengalaman kolonialisme sejarah, mendorong terbentuknya resistensi dan ketahanan melalui produksi serta konsumsi barang tiruan.Proses ini tidak hanya menjadi alat protes, tetapi juga sarana pembelajaran teknologi dan peningkatan kapasitas lokal, sehingga mengubah beban imperialisme menjadi peluang untuk kemajuan ekonomi mandiri.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana generasi muda di kota-kota kecil Bangladesh, yang tidak terpengaruh langsung oleh pusat konsumsi seperti Dhaka, memahami dan merespons merek asing melalui penggunaan produk palsu, serta apakah pola ini mencerminkan perlawanan budaya atau adaptasi pragmatis. Selain itu, perlu diteliti secara mendalam bagaimana produsen lokal yang membuat produk palsu mengembangkan pengetahuan teknis dan desain dari merek asing, dan apakah proses ini secara bertahap memicu inovasi mandiri yang bisa bertransformasi menjadi merek lokal yang sah. Terakhir, studi dapat mengeksplorasi peran media sosial dan komunitas daring dalam memperkuat atau mengubah persepsi masyarakat tentang produk palsu, khususnya dalam konteks identitas sosial dan penolakan terhadap dominasi budaya barat, dengan mempertimbangkan bagaimana narasi tentang kebanggaan lokal dibangun dalam ruang digital yang terhubung secara global.

  1. Love for Luxury, Preference for Counterfeits –A Qualitative Study in Counterfeit Luxury Consumption... ccsenet.org/journal/index.php/ijms/article/view/19589Love for Luxury Preference for Counterfeits AeA Qualitative Study in Counterfeit Luxury Consumption ccsenet journal index php ijms article view 19589
  2. Sage Research Methods - SAGE Handbook of Mixed Methods in Social & Behavioral Research. sage research... doi.org/10.4135/9781506335193Sage Research Methods SAGE Handbook of Mixed Methods in Social Behavioral Research sage research doi 10 4135 9781506335193
  3. Foucault, Governmentality, Neoliberalism and Adult.... foucault adult personal library account click... doi.org/10.2478/v10159-011-0012-2Foucault Governmentality Neoliberalism and Adult foucault adult personal library account click doi 10 2478 v10159 011 0012 2
  4. Imperialism in the Twenty-First Century | Monthly Review. imperialism twenty first century monthly review... archive.monthlyreview.org/index.php/mr/article/view/MR-067-03-2015-07_6Imperialism in the Twenty First Century Monthly Review imperialism twenty first century monthly review archive monthlyreview index php mr article view MR 067 03 2015 07 6
Read online
File size1.19 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test