IJBE RESEARCHIJBE RESEARCH

Integrated Journal of Business and EconomicsIntegrated Journal of Business and Economics

Berdasarkan perhitungan model Altman untuk memprediksi kebangkrutan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2014‑2016, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun 2014‑2015, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tahun 2014, nilai Z‑Score di atas 2,99 menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam kategori sehat dan tidak berpotensi bangkrut. Perusahaan yang memperoleh Z‑Score kurang dari 1,81, seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada tahun 2014 dengan Z‑Score 1,405, dikategorikan tidak sehat atau berpotensi bangkrut. Sementara itu, perusahaan yang berada pada zona abu‑abu (tidak dapat diprediksi) meliputi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2015‑2016, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tahun 2015‑2016, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun 2016 dengan nilai Z‑Score masing‑masing 2,753, 2,858, 2,138, 1,906, dan 2,168.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2014‑2016, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2014, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun 2014‑2015 termasuk dalam kategori perusahaan sehat atau tidak berpotensi bangkrut karena Z‑Score di atas 2,99.PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tahun 2014 masuk dalam kategori tidak sehat atau berpotensi bangkrut dengan Z‑Score kurang dari 1,81.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2015‑2016, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tahun 2015‑2016, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun 2016 berada pada zona abu‑abu yang tidak dapat diprediksi.

Pertama, peneliti dapat menyelidiki apakah penambahan rasio keuangan lain atau penggunaan teknik pembelajaran mesin dapat meningkatkan akurasi prediksi kebangkrutan pada bank-bank BUMN di Indonesia, sehingga dapat dibandingkan dengan model Altman tradisional. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh variabel makroekonomi seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan perubahan kebijakan regulasi terhadap nilai Z‑Score dan klasifikasi kebangkrutan, serta membandingkan hasilnya antara bank konvensional dan bank syariah. Ketiga, dilakukan studi longitudinal yang memperluas periode observasi hingga tahun-tahun terbaru untuk menilai dampak transformasi digital dan kebijakan reformasi perbankan terhadap pergeseran perusahaan antara zona sehat, abu‑abu, dan tidak sehat, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika risiko kebangkrutan di sektor perbankan.

  1. #creative economy#creative economy
  2. #triple helix#triple helix
Read online
File size556.93 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1Ku
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test