IAIN MADURAIAIN MADURA

Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family LawAl-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh kemunculan berita perkawinan sejenis yang tercatat resmi di KUA yang mengakibatkan munculnya perdebatan di masyarakat. Dengan menggunakan teori efektivitas hukum karya Lawrence M. Friedman, penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa efektif peran KUA dalam praktik tercatatnya perkawinan sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik dokumentasi digunakan untuk menggali data. Hasil penelitian menyebutkan bahwa peran KUA tidak efektif menurut teori efektivitas hukum karya Lawrence, karena dari unsur legal culture dan legal structurenya tidak dapat berjalan optimal. Pada pelaksanaan legal structure ini terdapat unsur kelalaian yang dilakukan oleh pihak KUA dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga berwenang untuk melakukan pencatatan perkawinan, dibuktikan dengan tidak optimalnya pelaksanaan tahapan pemeriksaan dokumen yang mengakibatkan tercatatnya perkawinan sejenis. Sedangkan pada legal culture, tingkat kesadaran hukum yang rendah pelaku adalah penyebab utama. Hal ini dibuktikan dengan tindakan mereka melakukan pemalsuan identitas demi mewujudkan keinginan pribadi mereka yang tidak sesuai dengan norma hukum dan sosial di Indonesia.

Peran KUA tidak efektif menurut teori efektivitas hukum karya Friedman M.Lawrence, karena dari unsur legal culture dan legal structurenya tidak dapat berjalan optimal.Pada pelaksanaan legal structure ini terdapat unsur kelalaian yang dilakukan oleh pihak KUA dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga berwenang untuk melakukan pencatatan perkawinan, dibuktikan dengan tidak optimalnya pelaksanaan tahapan pemeriksaan dokumen yang mengakibatkan tercatatnya perkawinan sejenis.Begitu pula, jika dilihat dari legal culturenya, pelaku memiliki tingkat kesadaran hukum yang rendah.Hal ini dibuktikan dengan tindakan mereka melakukan pemalsuan identitas demi mewujudkan keinginan pribadi mereka yang tidak sesuai dengan norma hukum dan sosial di Indonesia.Pada tiga kasus di atas bukan hanya pelaku yang memiliki tingkat kesadaran hukum yang rendah, melainkan juga oknum-oknum yang membantu melancarkan proses perkawinan sejenis serta adanya budaya menikah dengan perkenalan yang singkat.

Untuk meningkatkan efektivitas peran KUA dalam menangani praktik perkawinan sejenis, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih luas dan intensif kepada masyarakat tentang akibat hukum dari tindakan pemalsuan dokumen dan perkawinan sejenis. Selain itu, pengawasan terkait pencatatan perkawinan juga harus dilakukan secara ketat agar mengurangi terjadinya kelalaian yang dilakukan oleh pihak berwenang. Petugas KUA juga harus mengkaji lebih dalam terkait keaslian dokumen dari calon pengantin agar tidak terjadi lagi perkawinan sejenis atau perkawinan lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Bagi calon pengantin, disarankan untuk melakukan pendekatan terhadap pasangan sebelum melangsungkan perkawinan secara mendalam untuk menghindari terjadinya penipuan khususnya terkait jenis kelamin. Terakhir, pembuat kebijakan dapat mempertimbangkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran hukum masyarakat terkait perkawinan sejenis, serta mengembangkan strategi-strategi untuk meningkatkan kesadaran hukum tersebut.

  1. Kinerja KUA dalam Pencatatan Perkawinan Sejenis | Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law.... doi.org/10.19105/al-manhaj.v6i1.15219Kinerja KUA dalam Pencatatan Perkawinan Sejenis Al Manhaj Journal of Indonesian Islamic Family Law doi 10 19105 al manhaj v6i1 15219
Read online
File size278.94 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test