UKIMUKIM

ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi AgamaARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama

Masih banyak pengelolaan sumber daya alam yang belum bisa memberikan manfaat, bahkan justru seringkali merugikan masyarakat. Potensi sumber daya alam di Indonesia yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan, namun kenyataannya masih sangat jauh dari harapan itu. Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan konsep teologi antroposentris Hassan Hanafi bagi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam supaya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian melalui pendekatan studi kepustakaan (literatur rivew). Penelitian ini menunjukkan bahwa sifat wujud memberikan kesadaran akan potensi sumber daya alam yang melimpah. Sifat qidam memberikan pelajaran masa lalu yang buruk terhadap rusaknya kondisi alam yang disebabkan oleh eksploitasi terhadap kekayaan alam yang berlebihan. Sifat baqa memberikan kesadaran untuk tetap menjaga dan merawat alam agar lestari. Sifat mukhalafah lil hawadits mengajarkan bahwa kekayaan alam hendaknya dikekola secara kreatif dan inovatif. Sifat qiyamuhu bi nafsih membuat kita bisa mandiri tanpa intervensi. Sifat wahdaniyah memberikan kesadaran pentingya bersatu dan bersinergi dalam mengelola sumber daya alam.

Berdasarkan uraian dari penjelasan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa teologi antroposentri Hassan Hanafi sangat relevan untuk diimplementasikan dalam mengelola sumber daya alam (SDA) bahkan menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam tersebut.Dalam teologi antroposentrisnya, enam sifat Tuhan memberikan sebuah warna baru dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia.Melalui implementasi sifat wujud, kita dapat menyadari bahwa Indonesia mempunyai banyak potensi kekayaan alam untuk dikelola dan dimanfaatkan.Melalui sifat qidam, kita mampu belajar dari pengalaman buruk masa lalu seperti pemanfaatan sumber daya alam yang justru merusak alam itu sendiri.Melalui sifat baqa, kita mulai menyadari bahwa manusia sangat bergantung pada alam, sehingga kita berusaha untuk melestarikan alam dalam pengelolaan dan pemanfaatannya agar tidak merusak.Melalui sifat mukhalaf lil hawadits, kita dituntut untuk bersikap kreatif dan inovatif di dalam pemanfaatan sumber daya alam.Melalui sifat qiyamuhu bi nafsih, kita belajar untuk lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alam yang terdapat di Indonesia tanpa intervensi dari pihak luar.Dan melalui sifat wahdaniyah, kita menyadari bahwasannya seluruh elemen harus bersatu dan bekerja sama dalam mengelola sumber daya alam supaya bisa terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang implementasi konkret dari konsep teologi antroposentris Hassan Hanafi dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini hanya menyentuh permukaan konsep tersebut, sehingga penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana konsep ini dapat diterapkan secara praktis dan efektif dalam berbagai konteks pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Kedua, penelitian lanjutan dapat fokus pada aspek-aspek sosial dan budaya dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini menekankan pada aspek teologis dan filosofis, namun aspek sosial dan budaya juga sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana konsep teologi antroposentris dapat diintegrasikan dengan praktik-praktik sosial dan budaya yang ada di masyarakat, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran teknologi dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini menyinggung tentang penggunaan teknologi, namun penelitian lanjutan dapat menyelidiki lebih dalam tentang bagaimana teknologi dapat digunakan secara inovatif dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini dapat mencakup aspek-aspek seperti pengembangan teknologi ramah lingkungan, penggunaan data dan analisis untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya alam.

  1. Implementasi Teologi Antroposentris Hassan Hanafi dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam bagi Kesejahteraan... doi.org/10.37429/arumbae.v6i2.1311Implementasi Teologi Antroposentris Hassan Hanafi dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam bagi Kesejahteraan doi 10 37429 arumbae v6i2 1311
  2. Harmonisasi Regulasi dan Perbaikan Tata Kelola Sumber Daya Alam di Indonesia | Integritas: Jurnal Antikorupsi.... jurnal.kpk.go.id/index.php/integritas/article/view/479Harmonisasi Regulasi dan Perbaikan Tata Kelola Sumber Daya Alam di Indonesia Integritas Jurnal Antikorupsi jurnal kpk go index php integritas article view 479
  3. Analisis Dampak Oil Spill Di Teluk Balikpapan Terhadap Kehidupan Masyarakat Dalam Perspektif Hukum Dan... ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/72979Analisis Dampak Oil Spill Di Teluk Balikpapan Terhadap Kehidupan Masyarakat Dalam Perspektif Hukum Dan ojs unud ac index php blje article view 72979
  4. PERAN WAWASAN NUSANTARA DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DAN PENGEMBANGAN EKONOMI | Advances In Social... doi.org/10.46799/adv.v1i5.67PERAN WAWASAN NUSANTARA DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DAN PENGEMBANGAN EKONOMI Advances In Social doi 10 46799 adv v1i5 67
Read online
File size529.52 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test