ABDIMASABDIMAS

Jurnal Abdimas PeradabanJurnal Abdimas Peradaban

Desa Kawengan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Desa ini memiliki hasil pertanian yang melimpah terutama tanaman jagung. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap hasil limbah jagung yang dihasilkan, khususnya tongkol jagung. Namun, pemanfaatan tongkol jagung di Desa Kawengan belum maksimal. Tongkol jagung di desa ini menjadi perhatian khusus bagi warga karena mampu menimbulkan berbagai dampak yang merugikan kehidupan. Tongkol jagung memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang lebih tinggi dibandingkan dengan limbah jagung lain sehingga lebih berpotensi digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Bioetanol yang didapatkan selanjutnya akan dimanfaatkan untuk hand sanitizer. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi hand sanitizer kepada Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kawengan untuk mengatasi permasalahan limbah tongkol jagung di Desa Kawengan. Pelatihan ini menggunakan metode Learning Deeply, yaitu dengan melakukan evaluasi setiap kali kegiatan selesai dilakukan dan berhasil meningkatkan pemahaman warga Desa Kawengan.

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa.1) Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kawengan sebagai mitra sekaligus peserta pelatihan mampu menyerap materi yang diberikan dengan baik.2) Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kawengan sebagai mitra sekaligus peserta pelatihan mampu mempraktikkan pembuatan hand sanitizer secara mandiri.dan 3) Pelatihan ini mampu mengurangi kuantitas limbah tongkol jagung di Desa Kawengan walau tidak signifikan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi optimasi proses konversi tongkol jagung menjadi bioetanol dengan membandingkan berbagai metode pretreatment, seperti fisik, kimia, dan enzimatik, serta mempelajari pengaruh kondisi fermentasi seperti suhu, pH, dan jenis mikroorganisme untuk meningkatkan hasil produksi dan menurunkan biaya operasional. Selain itu, studi eksperimental dapat menguji penggunaan katalis baru atau kombinasi enzim untuk mempercepat degradasi selulosa dan hemiselulosa pada tongkol jagung, dengan mengoptimalkan parameter proses. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang pelatihan Learning Deeply terhadap penurunan volume limbah tongkol jagung, perubahan perilaku produksi hand sanitizer secara mandiri, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Kawengan, dengan mengumpulkan data survei dan observasi selama beberapa tahun. Penelitian ini juga dapat mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pengetahuan yang diperoleh, seperti dukungan institusional, akses bahan baku, dan jaringan pasar. Terakhir, penelitian komparatif dapat menguji penerapan model pelatihan yang sama pada desa lain dengan karakteristik agrikultur berbeda, untuk mengidentifikasi faktor kunci keberhasilan, adaptasi metodologi, dan potensi skala produksi bioetanol dari limbah pertanian lainnya. Melalui pendekatan tersebut, dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung penyebaran teknologi pengolahan limbah berbasis komunitas secara luas.

Read online
File size575.93 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test