UPBUPB
Jurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiJurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiGreen onion (Allium fistulosum L.) is an economically important horticultural crop widely used as a flavoring ingredient in Indonesian cuisine and valued for its nutritional content, including vitamin C, provitamin A, and essential minerals. However, productivity remains low among farmers, primarily due to cultivation on marginal soils such as Podzolic Red-Yellow (PMK) soil, which is widespread across Indonesia, particularly in Kalimantan, Sumatra, and Sulawesi. PMK soils are characterized by high acidity (pH < 5.5), high exchangeable aluminum, low cation exchange capacity, and deficiency in macronutrients such as nitrogen, phosphorus, and potassium, severely limiting crop growth and nutrient uptake. Rice straw compost represents a promising organic amendment to address these constraints, as it contains essential nutrients, improves soil structure, enhances cation exchange capacity, and stimulates beneficial soil microbial activity. This study evaluated the effect of rice straw compost at varying doses on the growth and yield of green onion cultivated on PMK soil. The research was conducted in Bugang Village, Hulu Gurung District, Kapuas Hulu Regency, from May to July 2024, using a Completely Randomized Design with six treatments: J0 (control/no compost), J1 (40 g/polybag), J2 (45 g/polybag), J3 (50 g/polybag), J4 (55 g/polybag), and J5 (60 g/polybag), each replicated four times. Parameters measured included plant height, leaf number, tiller number, and fresh weight. Results showed highly significant effects (p < 0.01) on leaf number and tiller number, but non-significant effects on plant height and fresh weight. Treatment J4 produced the tallest plants (60.00 cm), while J5 yielded the highest leaf number (23.75 leaves) and tiller number (6.25 tillers), and J3 resulted in the highest fresh weight (40.25 g). These findings indicate that rice straw compost at 50–60 g/polybag effectively enhances vegetative growth of green onion on acidic, nutrient-poor PMK soils.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kompos jerami padi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat segar, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun dan jumlah anakan tanaman bawang daun yang dibudidayakan pada tanah Podsolik Merah Kuning.Perlakuan J4 (55 g/polybag) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (60,00 cm), sedangkan J5 (60 g/polybag) menunjukkan hasil terbaik untuk jumlah daun (23,75 helai) dan jumlah anakan (6,25 anakan), serta J3 (50 g/polybag) memberikan hasil terbaik pada berat segar tanaman (40,25 gram).Dengan demikian, aplikasi pupuk kompos jerami padi pada dosis 50–60 g/polybag dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman bawang daun di tanah Podsolik Merah Kuning sebagai pendekatan budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh kompos jerami padi terhadap kualitas bawang daun, seperti kandungan vitamin C dan senyawa organoleptik lainnya, guna menentukan dampak peningkatan nilai gizi dan cita rasa. Selain itu, penting untuk meneliti interaksi antara kompos jerami padi dengan jenis pupuk organik lain, seperti pupuk kandang atau biochar, untuk menemukan kombinasi yang optimal dalam meningkatkan kesuburan tanah PMK dan produktivitas bawang daun. Terakhir, studi jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak berkelanjutan dari aplikasi kompos jerami padi terhadap kesehatan tanah, keanekaragaman mikroba tanah, dan siklus hara, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi pemanfaatan limbah pertanian sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan marginal dan mendukung ketahanan pangan.
- Article | KnE Open. article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities... kneopen.com/kne-social/article/view/16985Article KnE Open article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities kneopen kne social article view 16985
- Penggunaan Biochar dan Trichokompos untuk Pertumbuhan dan Hasil Padi pada Tanah Sulfat Masam | masulili... doi.org/10.24198/jt.vol16n2.9Penggunaan Biochar dan Trichokompos untuk Pertumbuhan dan Hasil Padi pada Tanah Sulfat Masam masulili doi 10 24198 jt vol16n2 9
- Role of compost derived from rice straw and tithonia in improving chemical fertility of Regosol on onion... doi.org/10.1088/1755-1315/347/1/012095Role of compost derived from rice straw and tithonia in improving chemical fertility of Regosol on onion doi 10 1088 1755 1315 347 1 012095
| File size | 211.22 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Kombinasi antara aplikasi pupuk kompos, *Trichoderma harzianum*, dan Mikoriza Arbuscular menunjukkan hasil yang sangat tinggi terhadap semua parameterKombinasi antara aplikasi pupuk kompos, *Trichoderma harzianum*, dan Mikoriza Arbuscular menunjukkan hasil yang sangat tinggi terhadap semua parameter
IPBIPB Pada area dengan kerapatan tumbuhan bawah tinggi, Altingia excelsa, Castanopsis javanica, dan Schima wallichii direkomendasikan untuk revegetasi pegununganPada area dengan kerapatan tumbuhan bawah tinggi, Altingia excelsa, Castanopsis javanica, dan Schima wallichii direkomendasikan untuk revegetasi pegunungan
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktorial dengan 16 perlakuan dan 5 ulangan, melibatkan variasi dosis pupuk kotoran ayam (0, 100,Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktorial dengan 16 perlakuan dan 5 ulangan, melibatkan variasi dosis pupuk kotoran ayam (0, 100,
POLMEDPOLMED Modifikasi ini meningkatkan ukuran pori, luas permukaan, dan kapasitas penahan nutrisi, memungkinkan pelepasan nitrogen yang lebih lambat dan terkontrol.Modifikasi ini meningkatkan ukuran pori, luas permukaan, dan kapasitas penahan nutrisi, memungkinkan pelepasan nitrogen yang lebih lambat dan terkontrol.
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Faktor kedua adalah pupuk organik cair limbah rumah tangga yang dibagi menjadi 4 taraf, yaitu L0 = 0 cc/liter air/tanaman (kontrol), L1 = 100 cc/tanaman,Faktor kedua adalah pupuk organik cair limbah rumah tangga yang dibagi menjadi 4 taraf, yaitu L0 = 0 cc/liter air/tanaman (kontrol), L1 = 100 cc/tanaman,
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Berpartisipasi secara langsung dalam Implementasi program pengembangan masyarakat PTTujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Berpartisipasi secara langsung dalam Implementasi program pengembangan masyarakat PT
BIOTROPBIOTROP Aplikasi FSE sekali atau dua kali seminggu dengan konsentrasi 5 %–10 % menghasilkan jumlah polong terbesar serta hasil tertinggi, sementara aplikasiAplikasi FSE sekali atau dua kali seminggu dengan konsentrasi 5 %–10 % menghasilkan jumlah polong terbesar serta hasil tertinggi, sementara aplikasi
UNIGALUNIGAL Secara parsial data dianalisis menggunakan Analisis Rank Spearman, sedangkan secara simultan menggunakan Analisis Koefisien Konkordans Kendall W. PenelitianSecara parsial data dianalisis menggunakan Analisis Rank Spearman, sedangkan secara simultan menggunakan Analisis Koefisien Konkordans Kendall W. Penelitian
Useful /
UPBUPB Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial, terdiri dari dua faktor: dosis kompos limbah sayur (20 g/polybag, 40Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial, terdiri dari dua faktor: dosis kompos limbah sayur (20 g/polybag, 40
UPBUPB Dosis kombinasi terbaik ditemukan pada perlakuan biochar 10 ton/ha dan pupuk kotoran ayam 30 ton/ha (b2p3), yang mampu meningkatkan performa tanaman secaraDosis kombinasi terbaik ditemukan pada perlakuan biochar 10 ton/ha dan pupuk kotoran ayam 30 ton/ha (b2p3), yang mampu meningkatkan performa tanaman secara
BIOTROPBIOTROP Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan tidak terarah antara curah hujan dan jumlah titik panas (r = –0,028), sedangkan sebaran titik panas lebihAnalisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan tidak terarah antara curah hujan dan jumlah titik panas (r = –0,028), sedangkan sebaran titik panas lebih
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD 4% of fluency, while flexibility, elaboration, and originality, respectively, were 75.83%, 53.76%, 61.66%, and 47. 5%. Based on the analysis of the four4% of fluency, while flexibility, elaboration, and originality, respectively, were 75.83%, 53.76%, 61.66%, and 47. 5%. Based on the analysis of the four