UPBUPB

Jurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiJurnal Agrosains Universitas Panca Bhakti

Bawang putih (Allium sativum L.) memegang peran strategis sebagai bahan pangan dan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, namun kesenjangan tinggi antara produksi nasional dan permintaan domestik memerlukan upaya perluasan pertanian, khususnya pada lahan aluvial potensial di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menentukan kombinasi dosis biochar dan pupuk kandang ayam yang optimal terhadap parameter pertumbuhan dan hasil bawang putih pada tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah dosis biochar (5, 10 dan 15 ton/ha) dan faktor kedua adalah dosis pupuk kandang ayam (10, 20 dan 30 ton/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan. Kombinasi biochar dan pupuk kandang ayam berpengaruh signifikan terhadap morfologi (diameter umbi dan tinggi tanaman) bawang putih di tanah aluvial. Di antara berbagai variasi, perlakuan b2p3 (10 ton/ha biochar dan 30 ton/ha pupuk kandang ayam) diidentifikasi sebagai dosis paling efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.

Interaksi antara pemberian biochar sekam padi dan pupuk kotoran ayam terbukti memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan tinggi tanaman dan hasil diameter umbi bawang putih di tanah aluvial.Dosis kombinasi terbaik ditemukan pada perlakuan biochar 10 ton/ha dan pupuk kotoran ayam 30 ton/ha (b2p3), yang mampu meningkatkan performa tanaman secara optimal dibandingkan perlakuan kontrol maupun kombinasi lainnya.Secara keseluruhan, aplikasi kombinasi biochar dan pupuk kotoran ayam pada taraf tersebut efektif memperbaiki produktivitas bawang putih di tanah aluvial dan dapat direkomendasikan sebagai strategi pemupukan organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkaji pengaruh kombinasi biochar dan pupuk kotoran ayam terhadap sifat kimia tanah aluvial secara lebih mendalam, termasuk analisis kandungan unsur hara dan aktivitas mikroorganisme tanah. Hal ini penting untuk memahami mekanisme interaksi antara biochar, pupuk kandang ayam, dan tanah, serta untuk mengoptimalkan dosis aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang penggunaan biochar dan pupuk kotoran ayam terhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan produksi bawang putih, termasuk potensi akumulasi logam berat atau perubahan struktur tanah. Terakhir, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas kombinasi biochar dan pupuk kotoran ayam dengan sistem pemupukan konvensional, serta untuk menganalisis aspek ekonomi dan lingkungan dari masing-masing sistem, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang komprehensif bagi petani dan pembuat kebijakan.

Read online
File size306.07 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test