UNHJAMBIUNHJAMBI

Journal of CommunicationJournal of Communication

Perkembangan game online berbasis tim seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga interaksi sosial virtual. Permainan ini menuntut koordinasi lima pemain dalam satu tim, menghadirkan dinamika komunikasi yang kompleks melalui fitur chat, namun seringkali dihadapkan pada hambatan teknis maupun komunikasi toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola komunikasi pemain MLBB pada kolom chat, khususnya bentuk-bentuk interaksi komunikasi serta hambatan yang muncul selama permainan berlangsung. Penelitian ini menggunakan Teori Pola Komunikasi All Channel yang memandang komunikasi sebagai proses terbuka tanpa batasan hierarki antar anggota tim. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak 12 orang pemain aktif MLBB di kawasan Telanaipura, Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terbentuk bersifat dinamis dan terbuka, mencerminkan karakteristik All Channel dengan tiga bentuk komunikasi yaitu dyadic (dua arah) pada fase awal permainan, triadic (tiga arah) pada fase menengah, dan global network (banyak arah) pada fase akhir. Hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi kendala teknis berupa ketidakstabilan jaringan (lag) serta hambatan nonteknis berupa toxic communication seperti flaming, blaming, dan sarkasme yang berdampak pada menurunnya fokus, motivasi, serta performa tim. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi yang efektif dan etis sangat diperlukan untuk mendukung kerja sama tim dan menciptakan lingkungan permainan yang lebih positif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi pemain Mobile Legends.Bang Bang (MLBB) di kalangan remaja Telanaipura membentuk pola All Channel yang bersifat dinamis dan terbuka, dengan tiga bentuk komunikasi utama yakni dyadic (dua arah) pada fase awal permainan, triadic (tiga arah) pada fase menengah, dan global network (banyak arah) pada fase akhir.Pola All Channel terbukti memiliki dual effects, di satu sisi meningkatkan kecepatan koordinasi dan partisipasi aktif seluruh pemain, namun di sisi lain menjadi saluran yang efisien bagi penyebaran perilaku toksik karena tidak ada filter atau gatekeeper yang membatasi penyebaran pesan negatif ke seluruh anggota tim.Hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi hambatan teknis berupa ketidakstabilan jaringan internet (lag) yang khas di wilayah Telanaipura, serta hambatan nonteknis berupa toxic communication yang mencakup flaming, blaming, sarkasme, ping spamming, dan perilaku pasif toksik.Sumber utama toksisitas berasal dari konflik internal tim (in-fighting), bukan dari komunikasi dengan tim lawan, yang dipicu oleh faktor-faktor seperti AFK, feeder, ketidakpatuhan pada role, dan tidak berpartisipasi dalam team fight.Komunikasi toksik mengganggu koordinasi tim melalui attention theft, broken coordination, dan impulsive decisions, yang pada akhirnya menurunkan performa dan motivasi pemain.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan geografis dan jumlah informan, serta menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur korelasi antara pola komunikasi, tingkat toksisitas, dan performa tim secara lebih terukur. Selain itu, perlu dikembangkan strategi pengelolaan komunikasi yang efektif, seperti positive mental attitude dan fitur deteksi dini pola komunikasi toksik berbasis artificial intelligence. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan tipologi pola komunikasi yang lebih spesifik berdasarkan fase permainan dan tingkat toksisitas lingkungan. Terakhir, penting untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik tentang dinamika komunikasi virtual dalam game online, agar dapat mendampingi remaja dalam menggunakan game secara sehat dan etis.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... appliednetsci.springeropen.com/articles/10.1007/s41109-021-00403-5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site appliednetsci springeropen articles 10 1007 s41109 021 00403 5
  2. КОМУНІКАЦІЙНІ МОДЕЛІ У МЕНЕДЖМЕНТІ ЦИФРОВИХ КОМАНД НА... nayka.com.ua/index.php/ee/article/view/6793ouyIoaIoyI uiiuI uiyiinuiyI oeou ouayi ya nayka ua index php ee article view 6793
Read online
File size244.66 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test