POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG
JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)Penyakit kulit merupakan penyakit menular yang dapat dialami oleh pemulung karena risiko dari lingkungan kerjanya dan dapat dicegah dengan membiasakan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) yang baik. Sanitasi lingkungan dan personal hygiene yang baik juga dapat mencegah timbulnya penyakit kulit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021. Populasi studi penelitian ini adalah pemulung di TPA Sukawinatan Kota Palembang. Sampel dengan jumlah 60 pemulung. Analisis data menggunakan chi-squared test dan Regresi Logistik Berganda. 60 pemulung pada penelitian, sebanyak 40 (66,7%) pemulung mengalami keluhan gangguan kesehatan kulit. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p-value = 0,027) penggunaan apd (p-value=0,014) dan personal hygiene dengan gangguan kesehatan kulit (p-value = 0,012). Tidak ada hubungan sanitasi lingkungan dengan gangguan kesehatan kulit (p-value = 0,595). Variabel yang menentukan keluhan gangguan kulit pada pemulung adalah penggunaan APD, dengan Odds Ratio (OR) 6,284 yang artinya pemulung yang menggunakan APD kurang baik akan meningkatkan Risiko sebesar 6,28 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan kulit dibandingkan pemulung yang menggunakan APD dengan baik setelah dikontrol variabel personal higiene.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, penggunaan APD, dan personal hygiene dengan gangguan kesehatan kulit pada pemulung di TPA Sukawinatan Kota Palembang.Dan tidak ada hubungan sanitasi lingkungan dengan gangguan kesehatan kulit pada pemulung di TPA Sukawinatan Kota Palembang.Variabel yang menentukan gangguan kesehatan kulit pada pemulung adalah penggunaan APD.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana pelatihan penggunaan alat pelindung diri (APD) dapat membantu pemulung dalam mencegah gangguan kesehatan kulit. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kondisi kesehatan kulit pemulung, seperti kondisi psikologis dan lingkungan kerja. Lebih lanjut, penelitian di masa mendatang juga direkomendasikan untuk meneliti efek dari program pengawasan dan dukungan kesehatan berkelanjutan bagi pemulung dalam menjaga kebersihan diri dan penggunaan APD secara disiplin.
| File size | 233.59 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKKUSTIKKU Variabel kondisi lingkungan fisik yaitu suhu (p=0,023), kelembaban (p=0,000), kepadatan hunian (p=0,013) ada hubungan dengan kejadian skabies. SedangkanVariabel kondisi lingkungan fisik yaitu suhu (p=0,023), kelembaban (p=0,000), kepadatan hunian (p=0,013) ada hubungan dengan kejadian skabies. Sedangkan
UNIVAL CILEGONUNIVAL CILEGON Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik minyak kelapa murni yang dihasilkan melalui penambahan ragi dan variasi waktu fermentasi, dalamPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik minyak kelapa murni yang dihasilkan melalui penambahan ragi dan variasi waktu fermentasi, dalam
MEDISTRAMEDISTRA Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara perilaku cuci tangan ibu (p = 0,05), penggunaan sumber air (p = 0,04) dan umur balita (p = 0,00) denganHasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara perilaku cuci tangan ibu (p = 0,05), penggunaan sumber air (p = 0,04) dan umur balita (p = 0,00) dengan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Packed red cells (PRC) merupakan komponen darah yang paling banyak diminta. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar leukosit antara PRC konvensionalPacked red cells (PRC) merupakan komponen darah yang paling banyak diminta. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar leukosit antara PRC konvensional
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dimana untuk mengetahui pertumbuhan A. niger dilakukan dengan pengamatanMetode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dimana untuk mengetahui pertumbuhan A. niger dilakukan dengan pengamatan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Jumlah responden 1. 431 mahasiswa. Hasil: Mahasiswa telah menunjukkan upaya preventif dengan membiasakan perilaku hidup sehat untuk menghindari penularanJumlah responden 1. 431 mahasiswa. Hasil: Mahasiswa telah menunjukkan upaya preventif dengan membiasakan perilaku hidup sehat untuk menghindari penularan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan miliaria di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya Kota Palangkaraya. Pengambilan sampel dengan teknikPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan miliaria di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya Kota Palangkaraya. Pengambilan sampel dengan teknik
LSPRLSPR Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kegiatan public relations CINEMA 21 dapat mempertahankan reputasi perusahaan. Penelitian ini menganalisis strategiHasil penelitian ini ditemukan bahwa kegiatan public relations CINEMA 21 dapat mempertahankan reputasi perusahaan. Penelitian ini menganalisis strategi
Useful /
LAP4BANGSALAP4BANGSA Sehingga data didapatkan dari sumber sekunder berupa jurnal-jurnal yang terindeks nasional. Menurut Vosviewer untuk melakukan pemetaan sehingga dapatkanSehingga data didapatkan dari sumber sekunder berupa jurnal-jurnal yang terindeks nasional. Menurut Vosviewer untuk melakukan pemetaan sehingga dapatkan
STIEALWASHLIYAHSIBOLGASTIEALWASHLIYAHSIBOLGA Maka hasil dari uji F, Hipotesa yang penulis teliti dari penelitian ini dapat dinyatakan Diterima. Hasil Penelitian ini menunjukkan: Kualitas Produk secaraMaka hasil dari uji F, Hipotesa yang penulis teliti dari penelitian ini dapat dinyatakan Diterima. Hasil Penelitian ini menunjukkan: Kualitas Produk secara
STIEALWASHLIYAHSIBOLGASTIEALWASHLIYAHSIBOLGA Koefisien determinasi menunjukkan bahwa 96,8% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh insentif dan lingkungan kerja, sementara sisanya dipengaruhiKoefisien determinasi menunjukkan bahwa 96,8% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh insentif dan lingkungan kerja, sementara sisanya dipengaruhi
STIEPANCASETIASTIEPANCASETIA Data yang telah terkumpul dianalisis dengan partial least square menggunakan software SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kompetensi PenyidikData yang telah terkumpul dianalisis dengan partial least square menggunakan software SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kompetensi Penyidik