POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)

Latar Belakang:Miliariasis atau miliaria adalah kelainan kulit yang timbul akibat dari keringat yang berlebihan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat, yaitu di dahi, leher, bagian-bagian badan yang tertutup pakaian (dada dan punggung), serta tempat yang sering mengalami tekanan atau gesekan pakaian.Salah satu bahanolahan alami yang bisa dipertimbangkan sebagai terapi topikal alternatif untuk mengatasi berbagai masalah pada kulit bayi seperti miliaria bayi adalah dengan memberikan Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murnidengan keunggulanmempunyai kandungan anti mikroba dan anti bakteri, tidak menimbulkan alergi. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya perbedaan sebelum dan setelah pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap miliaria pada bayi.Metode:Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan jenis penelitian yang digunakan yaituPre Experiment dengan menggunakan One Group Pre and Post Test Design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan miliaria di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya Kota Palangkaraya.Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Untuk menganalisis pengaruh pemberian Virgin Coconut Oil terhadap miliaria pada bayi di wilayahkerjaPuskesmasJekan Raya Kota Palangka Raya dengan menggunakan Uji Mc Nemar.Hasil:Hasil dari penelitian ini adalah perbedaansebelumdansetelah pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap miliaria pada bayi.Kesimpulan:Miliaria pada bayi dapat disembuhkan dengan menggunakan Virgin Coconut Oil.

Miliaria pada bayi dapat disembuhkan dengan menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) terutama bayi usia 29 hari – 12 bulan lebih banyak terkena miliaria dibandingkan bayi umur 0 - 28 hari.

Untuk penelitian lanjutan, pertama, dilakukan randomized controlled trial yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok perlakuan VCO murni dan kelompok kontrol yang menerima bedak dengan kandungan asam salisilat, dengan sampel bayi usia 0–12 bulan yang lebih banyak untuk menilai efektivitas dan keamanan masing-masing terapi. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi variasi konsentrasi VCO, misalnya membandingkan VCO murni, VCO 50%, dan VCO 25%, untuk mengidentifikasi konsentrasi optimal yang memberikan penyembuhan cepat dengan potensi iritasi minimal. Ketiga, studi tindak lanjut jangka panjang penting dilakukan dengan evaluasi berkala hingga tiga bulan pasca pemberian VCO untuk memantau tingkat kekambuhan miliaria dan perubahan elastisitas serta hidrasi kulit bayi. Penelitian lanjutan juga sebaiknya melibatkan penilaian sederhana terhadap tanda peradangan kulit menggunakan instrumen klinis, serta wawancara singkat dengan orang tua untuk mengevaluasi kenyamanan dan reaksi bayi selama terapi. Dengan pendekatan multidimensional ini, pedoman dosis dan protokol perawatan kulit yang dihasilkan akan lebih tepat berdasarkan bukti, mempertimbangkan aspek efikasi, keamanan, serta pengalaman praktis di lapangan.

  1. THE QUALITATIVE STUDY OF NCP IN HOSPITAL HOPE AND PRAYER OF BENGKULU CITY | JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes... jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/489THE QUALITATIVE STUDY OF NCP IN HOSPITAL HOPE AND PRAYER OF BENGKULU CITY JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes jurnal poltekkespalembang ac index php JPP article view 489
  1. #user experience#user experience
  2. #anak sekolah#anak sekolah
Read online
File size198 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-18W
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test