UHOUHO

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)

Terumbu karang telah banyak memberi manfaat bagi manusia. Namun disisi lain ekosistem terumbu karang mendapat banyak ancaman baik secara alami maupun antropogenik seperti penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung persentase prevalensi dan identifikasi jenis-jenis penyakit karang yang ada di Perairan Kessilampe khususnya wisata Pantai Mayaria, Kendari. Metode yang digunakan dalam perhitungan prevalensi adalah transek sabuk berukuran 25x2 m, sedangkan identifikasi karang berdasarkan Buku Identifikasi Penyakit Karang. Hasil yang diperoleh dari nilai prevalesi penyakit karang di lokasi penelitian rata-rata sebesar 13,85%, dengan prevalensi tertinggi terdapat pada stasiun II (16,67%) dan prevalensi terendah terdapat pada stasiun I (8,47%). Jenis penyakit karang yang ditemukan diketiga titik lokasi penelitian berjumlah 6 jenis, yaitu White Syndromes (WS), Bleaching, Ulcerative White Spot (UWS), Skeleton Eroding Band (SEB), White Plague (WP) dan Sediment Damage (SD). Penyakit yang mendominasi di lokasi penelitian adalah Penyakit White Syndromes (WS) dan Bleaching yang banyak menginfeksi karang jenis massive dan submasive.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut.Nilai prevalensi penyakit karang secara keseluruhan yang diitemukan di lokasi penelitian rata-rata sebesar 13,85%.Terdapat 6 jenis penyakit karang yang ditemukan di lokasi penelitian.Jenis-jenis penyakit karang tersebut yaitu (WS), Bleaching, White Ulcerative White Spot (UWS), Skeleton Eroding Band (SEB) dan Sediment Damage.Dominasi jenis penyakit yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu penyakit Bleaching dan White Syndromes (WS) yang menginfeksi karang folliose dan massive.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak polutan spesifik seperti limbah domestik atau nutrisi berlebih terhadap penyebaran penyakit karang. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan jangka panjang untuk memahami tren perubahan prevalensi penyakit terkait perubahan iklim dan aktivitas manusia. Studi lebih lanjut juga bisa mengeksplorasi potensi korelasi antara keragaman mikroorganisme lokal dan daya tahan karang terhadap penyakit, terutama di lokasi dengan aktivitas penangkapan ikan intensif.

Read online
File size658.49 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test