UHOUHO

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik gelombang di Teluk Kolono, Konawe Selatan, berdasarkan tinggi, periode, dan transformasi gelombang per musim yang dipengaruhi oleh kecepatan angin. Penelitian dilakukan pada Oktober–Desember 2017 menggunakan data primer dan sekunder. Data primer mencakup pengukuran batimetri dengan echosounder dan penentuan lokasi fetch menggunakan GPS, sedangkan data sekunder meliputi kecepatan angin dari BMKG Maritim Kendari serta data pasang surut dari Pelabuhan Amolengo. Analisis dilakukan menggunakan metode prediksi gelombang Wilson. Hasil menunjukkan bahwa pada musim barat, gelombang tertinggi berasal dari barat daya dengan tinggi 0,32–0,51 meter dan periode 1,93–2,60 detik. Pada musim peralihan I, timur, dan peralihan II, gelombang tertinggi berasal dari tenggara dengan tinggi 0,27–0,52 meter dan periode 1,77–2,73 detik. Transformasi gelombang dari laut dalam ke pantai menunjukkan proses refraksi dan shoaling. Tinggi gelombang pecah berkisar 0,20–0,40 meter pada musim barat dan 0,05–0,42 meter pada musim lainnya. Hasil ini mengonfirmasi hubungan erat antara dinamika angin musiman dan karakteristik gelombang di Teluk Kolono, yang dapat menjadi dasar untuk pengelolaan pesisir dan analisis transportasi sedimen.

Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik gelombang di Teluk Kolono sangat dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin musiman.Gelombang tertinggi terjadi pada musim barat dengan arah barat daya, sementara musim peralihan memiliki gelombang dominan dari tenggara.Transformasi gelombang melalui refraksi dan shoaling memengaruhi tinggi gelombang di sepanjang pantai.Hasil penelitian ini penting untuk pengelolaan pesisir dan mitigasi dampak perubahan iklim.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan iklim terhadap pola angin dan gelombang di Teluk Kolono menggunakan data jangka panjang. 2. Perlu dilakukan studi tentang interaksi antara gelombang dan arus pasang surut untuk memahami dinamika transportasi sedimen secara lebih mendalam. 3. Pengembangan model prediksi gelombang berbasis teknologi remote sensing dapat meningkatkan akurasi data untuk pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.

  1. ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN METODE DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) TAHUN 2017-2021... jfmr.ub.ac.id/index.php/jfmr/article/view/943ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN METODE DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM DSAS TAHUN 2017 2021 jfmr ub ac index php jfmr article view 943
  2. Pengaruh energi gelombang laut terhadap perubahan estuari Sungai Air Pino Bengkulu Selatan pada musim... doi.org/10.56064/jps.v26i1.911Pengaruh energi gelombang laut terhadap perubahan estuari Sungai Air Pino Bengkulu Selatan pada musim doi 10 56064 jps v26i1 911
  3. Visualisasi 3D Profil Pantai Jolosutro, Blitar Dengan Quantum GIS Untuk Perencanaan Wilayah Pesisir |... jfmr.ub.ac.id/index.php/jfmr/article/view/254Visualisasi 3D Profil Pantai Jolosutro Blitar Dengan Quantum GIS Untuk Perencanaan Wilayah Pesisir jfmr ub ac index php jfmr article view 254
Read online
File size710.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test