IAIN MADURAIAIN MADURA

Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family LawAl-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law

Anak memiliki hak yang merupakan bagian penting dari hak asasi manusia yang diakui secara internasional dan diatur oleh hukum nasional, termasuk di Indonesia. Pemenuhan hak anak melibatkan tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan keluarga, dengan fokus pada hak sipil, kesehatan, pendidikan, dan partisipasi anak. Salah satu aspek penting dalam perlindungan hak anak adalah nafkah anak, yang merupakan kewajiban orang tua, terutama ayah, baik dalam pernikahan maupun setelah perceraian. Studi ini bertujuan menganalisis pemenuhan nafkah anak pasca perceraian dari perspektif hukum perbandingan antara Indonesia dan Malaysia. Studi ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, perbandingan, dan legislatif. Hasil studi menunjukkan bahwa perbandingan antara Indonesia dan Malaysia menunjukkan kesamaan dalam prinsip dasar mengenai kewajiban ayah memberikan nafkah, tetapi terdapat perbedaan dalam mekanisme penegakan hukum. Di Malaysia, sistem pengadilan syariah dan Badan Bantuan Keluarga (BSK) memungkinkan potongan gaji ayah untuk memastikan pembayaran nafkah, sedangkan di Indonesia penegakan hukum bergantung pada keputusan hakim. Perbedaan juga terletak pada posisi hukum Islam, di mana Malaysia menjadikan Islam sebagai agama negara resmi, sementara Indonesia mengakui Islam sebagai sumber nilai hukum tetapi tidak menjadikannya hukum negara formal. Meskipun demikian, kedua negara tetap memprioritaskan kepentingan terbaik anak dalam mengatur ketergantungan dan nafkah pasca perceraian.

Pemenuhan hak anak, khususnya nafkah anak pasca perceraian, merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan keluarga.Meskipun Indonesia dan Malaysia memiliki prinsip dasar yang sama dalam kewajiban ayah memberikan nafkah, terdapat perbedaan signifikan dalam mekanisme penegakan hukum.Di Malaysia, sistem pengadilan syariah dan lembaga bantuan keluarga memastikan pembayaran nafkah secara efektif, sedangkan di Indonesia penegakan hukum masih bergantung pada keputusan hakim.Kedua negara tetap memprioritaskan kepentingan terbaik anak dalam regulasi ketergantungan dan nafkah pasca perceraian.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan mekanisme penegakan hukum nafkah anak antara Indonesia dan Malaysia untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengadilan syariah dan lembaga bantuan keluarga. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi dampak perbedaan posisi hukum Islam dalam sistem hukum negara terhadap pemenuhan hak anak pasca perceraian. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan hak anak secara lebih menyeluruh.

  1. Kepastian Pemenuhan Hak-Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian di Indonesia dan Malaysia | Hamalatul... doi.org/10.37985/hq.v5i2.400Kepastian Pemenuhan Hak Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian di Indonesia dan Malaysia Hamalatul doi 10 37985 hq v5i2 400
  2. Comparison of children's inheritance laws outside marriage in Indonesia with several other countries... doi.org/10.61511/eaebjol.v1i2.2023.340Comparison of childrens inheritance laws outside marriage in Indonesia with several other countries doi 10 61511 eaebjol v1i2 2023 340
  3. HAK WARIS ANAK YANG BERBEDA AGAMA DENGAN ORANG TUA BERDASARKAN HUKUM ISLAM | JURNAL USM LAW REVIEW. waris... doi.org/10.26623/julr.v4i1.3409HAK WARIS ANAK YANG BERBEDA AGAMA DENGAN ORANG TUA BERDASARKAN HUKUM ISLAM JURNAL USM LAW REVIEW waris doi 10 26623 julr v4i1 3409
  4. STRATEGI SOSIAL EKONOMI JANDA CERAI MATI SEBAGAI ORANG TUA TUNGGAL DI DESA OELONGKO, KECAMATAN BONE,... journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabantiantropologi/article/view/1277STRATEGI SOSIAL EKONOMI JANDA CERAI MATI SEBAGAI ORANG TUA TUNGGAL DI DESA OELONGKO KECAMATAN BONE journal fib uho ac index php kabantiantropologi article view 1277
Read online
File size489.27 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test