UHOUHO

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara nilai-nilai setiap kanal citra SPOT-7 dengan kedalaman perairan dangkal Tanjung Tiram, mensimulasi tingkat akurasi serta memetakan kedalaman pada perairan Tanjung Tiram menggunakan algoritma Jupp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2018 di perairan Tanjung Tiram. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pengumpulan data-data primer dan sekunder hingga pengolahan data citra. Data primer berupa data batimetri. Data sekunder berupa data pasang surut. Data citra yang digunakan adalah citra SPOT-7 yang memiliki 4 kanal, multispektral dengan resolusi spasial 6 m terdiri dari kanal spektral biru (450 - 520 nm), hijau (530-590 nm), merah (625- 695 nm) dan band NIR (760 - 890 nm). Pengolahan data citra dilakukan dengan mengubah nilai digital menjadi nilai kedalaman perairan berdasarkan algoritma Jupp lalu koreksi terhadap pasang surut. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan anatara nilai digital (DN) dan kedalaman lapangan cukup baik dengan nilai R2 0,71. Selain itu, terlihat bahwa nilai digital setiap kanal cenderung semakin rendah dengan bertambahnya kedalaman lapangan suatu perairan begitu pun sebaliknya.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, nilai digital kanal 2 (hijau) menunjukkan korelasi yang lebih baik dengan nilai kedalaman dibandingkan dengan kanal 1 (merah) dan kanal 3 (biru).Hubungan yang terjadi antara nilai digital dan kedalaman adalah semakin rendah nilai digital pada piksel suatu citra maka nilai kedalaman tinggi.Berdasarkan analisis toleransi bias antara nilai kedalaman citra dan nilai kedalaman lapangan, tingkat akurasi kedalaman menggunakan Algoritma Jupp relatif cukup baik.

Untuk meningkatkan akurasi pemetaan batimetri perairan dangkal, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi, seperti kualitas air dan tutupan substrat dasar perairan. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode ekstraksi kedalaman yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan variasi albedo dan sifat reflektansi dari tutupan substrat. Selain itu, studi tentang pengaruh ekosistem lamun terhadap akurasi pendugaan kedalaman juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan. Dengan demikian, pemetaan batimetri perairan dangkal dapat menjadi lebih akurat dan bermanfaat untuk berbagai keperluan, seperti monitoring ekosistem pesisir, kegiatan budidaya, dan konstruksi bangunan pantai.

Read online
File size587.09 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test