UHOUHO

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)

Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem perairan tropis yang mempunyai fungsi sangat penting bagi organisme. Perairan Pulau Padamarang di Kabupaten Kolaka merupakan salah satu kawasan konservasi berupa Taman Wisata Alam Laut yang memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat beranekaragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis karang di perairan Pulau Padamarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Pengambilan data genus karang menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), dilakukan pengambilan foto sebanyak 50 kali dengan 3 kali ulangan pada 2 titik stasiun penelitian. Persentase keanekaragaman genus karang dianalisis dengan menggunakan software Coral Point Count with Excel Extentions (CPCe 4.1). Hasil penelitian diketahui bahwa keanekaragaman jenis karang pada stasiun 1 sebanyak 9 family dan 21 genus karang dengan nilai tutupan sebesar 23,24% sedangkan pada stasiun 2 sebanyak 9 family dan 24 genus karang dengan nilai tutupan sebesar 18,13%. Secara keseluruhan keanekaragaman jenis karang yang ditemukan pada perairan ini terdiri dari 10 family dan 26 genus karang dengan genus karang yang dominan ditemukan yaitu Porites dengan nilai tutupan 15,60%.

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan keanekaragaman genus karang yang diperoleh yakni sebanyak 10 family dan 26 genus karang dengan genus karang yang dominan ditemukan pada wilayah perairan ini yaitu Porites dengan nilai tutupan 15,60%.

Penelitian ini telah mengungkapkan kondisi tutupan karang di perairan Pulau Padamarang yang termasuk kategori buruk, meskipun ditemukan keragaman jenis karang yang signifikan. Untuk mendukung upaya pelestarian yang lebih efektif, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting. Pertama, perlu dilakukan studi yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi secara kuantitatif dan spesifik dampak aktivitas manusia, seperti penangkapan ikan yang merusak atau pencemaran lokal, terhadap penurunan tutupan karang dan kesehatan ekosistem terumbu karang di wilayah ini. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor pemicu utama kerusakan yang terjadi, memberikan data konkret untuk perencanaan tindakan mitigasi yang tepat sasaran, serta memahami bagaimana genus karang dominan seperti Porites merespons tekanan lingkungan tersebut. Kedua, sangat disarankan untuk membangun program pemantauan ekologis jangka panjang. Program ini bertujuan untuk secara sistematis mengamati perubahan keanekaragaman, tingkat rekrutmen larva karang, laju pertumbuhan, dan status kesehatan karang dari waktu ke waktu. Data dari pemantauan berkelanjutan ini akan krusial untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan konservasi yang telah atau akan diterapkan, serta untuk memprediksi potensi pemulihan alami terumbu karang di area tersebut. Ketiga, mengingat status buruk yang ditemukan, investigasi terhadap metode restorasi karang yang sesuai dan efektif untuk kondisi perairan Pulau Padamarang perlu dieksplorasi. Ini bisa meliputi studi tentang teknik penanaman karang (coral gardening) menggunakan spesies lokal yang resisten atau yang paling terdampak, serta evaluasi efektivitas intervensi restorasi tersebut dalam meningkatkan tutupan karang dan fungsi ekologis secara keseluruhan di area-area yang terdegradasi parah. Pendekatan ini akan memberikan landasan ilmiah bagi pengelolaan Taman Wisata Alam Laut Kepulauan Padamarang agar lebih proaktif dalam memulihkan dan melindungi aset bawah lautnya.

Read online
File size372.03 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test