UHOUHO
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Spons merupakan salah satu komponen organisme penyusun terumbu karang yang menghasilkan senyawa metabolit sekunder dan mempunyai potensi yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dan bioaktivitas antibakteri ekstrak aseton spons Haliclona sp. terhadap tiga bakteri pathogen Salmonella typhi, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pengujian dan identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan menggunakan reagen (pereaksi). Sedangkan aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak aseton spons Haliclona sp. teridentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, tannin (terkondensasi) dan saponin. Sedangkan kemampuan bioaktivitas antibakteri ekstrak aseton spons Haliclona sp. dikategorikan sedang terhadap bakteri S. typhi, dan dikategorikan lemah terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Ekstrak aseton dari spons Haliclona sp. menunjukkan potensi aktivitas inhibitor pertumbuhan bakteri patogen (antibakteri) terhadap S. typhi.
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa.Senyawa metabolit sekunder yang teridentifikasi pada ekstrak aseton spons Haliclona sp.yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, dan tanin/polifenol.Kemampuan bioaktivitas ekstrak aseton spons Haliclona sp.typhi dan dikategorikan lemah pada bakteri E.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji potensi ekstrak aseton spons Haliclona sp. terhadap bakteri lain seperti Vibrio spp. atau Pseudomonas aeruginosa untuk memperluas spektrum aktivitas antibakteri. Selain itu, penggunaan metode ekstraksi alternatif seperti supercritical CO2 atau ultrasonik dapat dievaluasi untuk meningkatkan efisiensi isolasi senyawa aktif. Studi lebih lanjut juga diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa spesifik dalam ekstrak yang berperan sebagai agen antibakteri, serta mengevaluasi efek kemanusiaan dan keberlanjutan penggunaannya dalam industri farmasi.
| File size | 476.19 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PHARMACONMWPHARMACONMW Jenis metode penelitian ini adalah eksperimen. Metode yang digunakan ekstraksi sampel adalah soxhletasi dengan pelarut etanol 96%. Analisis data dilakukanJenis metode penelitian ini adalah eksperimen. Metode yang digunakan ekstraksi sampel adalah soxhletasi dengan pelarut etanol 96%. Analisis data dilakukan
JURNALSENIORJURNALSENIOR Serbuk simplisia diskrining guna mengidentifikasi adanya kandungan fitokimia. Pengujian aktivitas antibakteri dijalankan dengan bermetode kirby bauer denganSerbuk simplisia diskrining guna mengidentifikasi adanya kandungan fitokimia. Pengujian aktivitas antibakteri dijalankan dengan bermetode kirby bauer dengan
USKUSK albicans sebagai patogen oportunistik yang memiliki mekanisme pertahanan kuat, termasuk kemampuan membentuk biofilm. Penelitian lebih lanjut diperlukanalbicans sebagai patogen oportunistik yang memiliki mekanisme pertahanan kuat, termasuk kemampuan membentuk biofilm. Penelitian lebih lanjut diperlukan
UHOUHO 0,69 menunjukkan ikan yang tertangkap berada pada kondisi yang tidak seimbang. Tahapan kematangan gonad yang ditemukan berada pada kondisi TKG I dan TKG0,69 menunjukkan ikan yang tertangkap berada pada kondisi yang tidak seimbang. Tahapan kematangan gonad yang ditemukan berada pada kondisi TKG I dan TKG
UHOUHO Hasil menunjukkan bahwa pada musim barat, gelombang tertinggi berasal dari barat daya dengan tinggi 0,32–0,51 meter dan periode 1,93–2,60 detik. PadaHasil menunjukkan bahwa pada musim barat, gelombang tertinggi berasal dari barat daya dengan tinggi 0,32–0,51 meter dan periode 1,93–2,60 detik. Pada
UHOUHO Pengambilan data genus karang menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), dilakukan pengambilan foto sebanyak 50 kali dengan 3 kali ulangan padaPengambilan data genus karang menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), dilakukan pengambilan foto sebanyak 50 kali dengan 3 kali ulangan pada
UHOUHO Nilai parameter kualitas perairan mendukung dan baik untuk kelangsungan hidup echinodermata. Persentase nilai tutupan lamun di tiga titik stasiun penelitianNilai parameter kualitas perairan mendukung dan baik untuk kelangsungan hidup echinodermata. Persentase nilai tutupan lamun di tiga titik stasiun penelitian
UHOUHO 63-2 ind/m2. Jenis lamun yang ditemukan berasal dari jenis Enhalus acoroides dengan kepadatan berkisar 189. 7-589. 7 tegakan/m2. Jenis bintang laut P.63-2 ind/m2. Jenis lamun yang ditemukan berasal dari jenis Enhalus acoroides dengan kepadatan berkisar 189. 7-589. 7 tegakan/m2. Jenis bintang laut P.
Useful /
JURNALSENIORJURNALSENIOR Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 96% dan skrining fitokimia dilakukan pada ekstrak untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunderProses ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 96% dan skrining fitokimia dilakukan pada ekstrak untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder
UHOUHO Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengelolaan ekosistem lamun yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragamanPenelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengelolaan ekosistem lamun yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman
UHOUHO Daya Dukung lingkungan tambak secara umum pada semua SPT memenuhi syarat untuk budidaya udang vanamei, dimana nilai daya dukung mencapai 77,1 % - 84,2Daya Dukung lingkungan tambak secara umum pada semua SPT memenuhi syarat untuk budidaya udang vanamei, dimana nilai daya dukung mencapai 77,1 % - 84,2
UHOUHO Pada ekosistem karang 2 jenis kelas Phaeophyta (S.ornota) dan 6 jenis kelas Rhodophyta (G. Pola distribusi jenis makroalga pada ekosistem lamun dan karangPada ekosistem karang 2 jenis kelas Phaeophyta (S.ornota) dan 6 jenis kelas Rhodophyta (G. Pola distribusi jenis makroalga pada ekosistem lamun dan karang