UHOUHO
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Makroalga merupakan sumber daya hayati laut yang memiliki nilai ekonomis penting, antara lain sebagai bahan makanan, obat-obatan dan bahan industri. Makroalga dapat dijumpai pada rataan terumbu karang dan lamun dimana masih terdapat sinar matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi magroalga pada ekosistem lamun dan karang di Perairan Desa Wawatu Moramo Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018-April 2019, yang meliputi pengambilan data dan pengelolaan data penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode transek kuadrat (1 x 1 m) dan diletakkan pada jarak 10 m dari suatu kuadrat ke kuadrat berikutnya. Pengambilan data tiap stasiunnya terdiri dari 3 sub stasiun. Jenis makroalga yang ditemukan pada tiap stasiun yaitu 1 jenis kelas Chlorophyta (Codium decorticatum), 4 jenis kelas Phaeophyta (Padina australis, Dictyota dichotoma, Sargassum polycytum, Turbinaria ornota) dan 7 jenis kelas Rhodophyta (Gracilaria dura, Gracilaria ferguisonni, Gracilaria coronopifolia, Gracilaria textori, Amphiroa fraglilissima, Sympiloca hydnoides, Spermothamnion sp.). Kepadatan makroalga yang diperoleh berkisar antara 21,4-35,633 ind/m2, indeks keanekaragaman (H) berkisar antara 1,824-1,864, indeks keseragaman antara 0,896-0,937, indeks dominansi antara 0,186-0,180 dan distribusi jenis makroalga antara 0,168-0,412. Pola distribusi makroalga pada ekosistem lamun dan karang yaitu merata.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Perairan Desa Wawatu dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut.Jenis makroalga yang ditemukan di Perairan Desa Wawatu yaitu, pada ekosistem lamun 1 jenis kelas Chlorophyta (C.ornota) dan 2 jenis kelas Rhodophyta (G.Pada ekosistem karang 2 jenis kelas Phaeophyta (S.ornota) dan 6 jenis kelas Rhodophyta (G.Pola distribusi jenis makroalga pada ekosistem lamun dan karang di Perairan Desa Wawatu yaitu merata.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mempelajari dampak perubahan jenis substrat terhadap keanekaragaman makroalga, serta membandingkan pola distribusi makroalga di perairan dengan kondisi lingkungan yang berbeda seperti kedalaman dan salinitas. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi peran aktivitas manusia, seperti penangkapan ikan atau penggunaan alat bantu nelayan, dalam memengaruhi sebaran dan kepadatan makroalga. Penelitian tentang adaptasi makroalga terhadap perubahan iklim juga relevan, terutama mengingat perubahan suhu dan keasaman laut yang semakin meningkat. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, langkah konservasi dan manajemen ekosistem perairan dapat dirancang lebih efektif untuk menjaga keseimbangan ekologis dan keberlanjutan sumber daya hayati.
| File size | 671.24 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UHOUHO Pengambilan data genus karang menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), dilakukan pengambilan foto sebanyak 50 kali dengan 3 kali ulangan padaPengambilan data genus karang menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), dilakukan pengambilan foto sebanyak 50 kali dengan 3 kali ulangan pada
UHOUHO Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa. Jenis mikroplastik yang ada pada air laut dan ikan R. kanagurta di Perairan TelukBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa. Jenis mikroplastik yang ada pada air laut dan ikan R. kanagurta di Perairan Teluk
UHOUHO Pengambilan sampel karang Fungia dilakukan dengan metode koleksi bebas menggunakan alat selam SCUBA. Analisis mikrobiologi dilakukan di laboratorium yangPengambilan sampel karang Fungia dilakukan dengan metode koleksi bebas menggunakan alat selam SCUBA. Analisis mikrobiologi dilakukan di laboratorium yang
UHOUHO Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2024 di perairan Desa Mattirowalie Kabupaten Bombana, analisis sampel substrat dan bahan organikPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2024 di perairan Desa Mattirowalie Kabupaten Bombana, analisis sampel substrat dan bahan organik
UHOUHO Metode penelitian yang digunakan adalah model SWAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang terendah pada musim Barat dengan ketinggian 0,45 meterMetode penelitian yang digunakan adalah model SWAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang terendah pada musim Barat dengan ketinggian 0,45 meter
UHOUHO Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel air dengan sampel pendukung berupa parameter fisika dan kimia oseanografi meliputi TSS, pH, salinitas,Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel air dengan sampel pendukung berupa parameter fisika dan kimia oseanografi meliputi TSS, pH, salinitas,
UHOUHO Lamun merupakan tempat bagi sebagian besar organisme khususnya bintang laut untuk mencari makan, berpijah dan tempat berlindung dari predator. PerbedaanLamun merupakan tempat bagi sebagian besar organisme khususnya bintang laut untuk mencari makan, berpijah dan tempat berlindung dari predator. Perbedaan
UHOUHO Pertumbuhan rumput laut selama pemeliharan berhubungan positif dengan salinitas, suhu dan DO. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwaPertumbuhan rumput laut selama pemeliharan berhubungan positif dengan salinitas, suhu dan DO. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa
Useful /
UHOUHO Data primer mencakup pengukuran batimetri dengan echosounder dan penentuan lokasi fetch menggunakan GPS, sedangkan data sekunder meliputi kecepatan anginData primer mencakup pengukuran batimetri dengan echosounder dan penentuan lokasi fetch menggunakan GPS, sedangkan data sekunder meliputi kecepatan angin
UHOUHO 3 – 10. 1 ind/m2. Jenis mangrove yang temukan adalah jenis Rhizophora mucronata, Rhizophora Apiculata dan Sonneratia Alba dengan nilai kerapatan berkisar3 – 10. 1 ind/m2. Jenis mangrove yang temukan adalah jenis Rhizophora mucronata, Rhizophora Apiculata dan Sonneratia Alba dengan nilai kerapatan berkisar
UHOUHO Kepadatan karang lunak yang diperoleh pada stasiun I sebesar 0,007 koloni/m², stasiun II sebesar 0,34 koloni/m², dan stasiun III sebesar 0,020 koloni/m².Kepadatan karang lunak yang diperoleh pada stasiun I sebesar 0,007 koloni/m², stasiun II sebesar 0,34 koloni/m², dan stasiun III sebesar 0,020 koloni/m².
UHOUHO Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu Lapangan (pengamatan langsung) dan laboratorium. Fokus pengamatan dalamMetode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu Lapangan (pengamatan langsung) dan laboratorium. Fokus pengamatan dalam