UHOUHO
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Karang lunak merupakan salah satu anggota cnidaria yang berperan dalam pembentukan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2017 dengan menggunakan metode belt transect. Luas area pemantauan 700 m², dengan spesifikasi panjang 70 m dan lebar 10 m. Jenis karang lunak yang ditemukan berjumlah 8 jenis, yaitu 5 Lobophytum crassum, 13 Sarcophyton glaucum, 2 Sinularia flexibilis, 4 Sinularia leptoclados, 8 Lemnalia flava, 2 Dendronephtya hemprichii, 2 Litophyton, dan 7 Capnella fungiforms kukenthal. Kepadatan karang lunak yang diperoleh pada stasiun I sebesar 0,007 koloni/m², stasiun II sebesar 0,34 koloni/m², dan stasiun III sebesar 0,020 koloni/m². Frekuensi kemunculan diperoleh sebesar 33,33-66,67%.
Keanekaragaman karang lunak di perairan Desa Waworaha yang ditemukan adalah sebanyak dua famili lunak, yakni Lobophytum crassum, Sarcophyton glaucum, Sinularia flexibilis, Sinularia leptoclados, Lemnalia flava, Dendronephtya Hemprichii, Litophyton, dan Capnella fungiforms kukenthal.Kepadatan karang lunak tertinggi di perairan Desa Waworaha adalah pada stasiun II dengan nilai kepadatan 0,034 koloni/m2, sedangkan nilai kepadatan karang lunak yang rendah adalah pada stasiun I dengan nilai kepadatan 0,007 koloni/m2.Frekuensi kemunculan karang lunak di Perairan Desa Waworaha tertinggi pada jenis Lobophytum crassum, Sarcophyton glaucum dan Lemnalia flava (66,67%).
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh sedimentasi terhadap keanekaragaman karang lunak di perairan Waworaha, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan seperti kecerahan dan arus memengaruhi kelimpahan karang lunak. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang peran karang lunak dalam ekosistem terumbu karang, khususnya hubungannya dengan kestabilan parameter fisika-kimia perairan. Terakhir, penelitian juga dapat menggali potensi senyawa bioaktif dari karang lunak untuk aplikasi farmasi, mengingat keberagaman spesies yang ditemukan dan nilai ekologisnya yang tinggi.
| File size | 555.27 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UHOUHO Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengelolaan ekosistem lamun yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragamanPenelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengelolaan ekosistem lamun yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman
UHOUHO 0,69 menunjukkan ikan yang tertangkap berada pada kondisi yang tidak seimbang. Tahapan kematangan gonad yang ditemukan berada pada kondisi TKG I dan TKG0,69 menunjukkan ikan yang tertangkap berada pada kondisi yang tidak seimbang. Tahapan kematangan gonad yang ditemukan berada pada kondisi TKG I dan TKG
UHOUHO Pengambilan data genus karang menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), dilakukan pengambilan foto sebanyak 50 kali dengan 3 kali ulangan padaPengambilan data genus karang menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), dilakukan pengambilan foto sebanyak 50 kali dengan 3 kali ulangan pada
UHOUHO Makroalga yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu 11 spesies yang dari 3 kelas makroalga. 5 spesies dari kelas Rhodophyta, 4 spesies dari kelas Pheaophyta,Makroalga yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu 11 spesies yang dari 3 kelas makroalga. 5 spesies dari kelas Rhodophyta, 4 spesies dari kelas Pheaophyta,
UHOUHO Tinggi gelombang pecah berkisar 0,20–0,40 meter pada musim barat dan 0,05–0,42 meter pada musim lainnya. Hasil ini mengonfirmasi hubungan erat antaraTinggi gelombang pecah berkisar 0,20–0,40 meter pada musim barat dan 0,05–0,42 meter pada musim lainnya. Hasil ini mengonfirmasi hubungan erat antara
UHOUHO Data habitat bentik yang diambil sebanyak 185 titik. Titik tersebut kemudian dibagi menjadi titik klasifikasi citra dan 85 titik uji akurasi dari hasilData habitat bentik yang diambil sebanyak 185 titik. Titik tersebut kemudian dibagi menjadi titik klasifikasi citra dan 85 titik uji akurasi dari hasil
UHOUHO Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi magroalga pada ekosistem lamun dan karang di Perairan Desa Wawatu Moramo Utara. PenelitianPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi magroalga pada ekosistem lamun dan karang di Perairan Desa Wawatu Moramo Utara. Penelitian
UHOUHO Indeks dominansi (D) diperoleh berkisar antara 0,46–0,56 (bulan terang) dan 1–0,62 (bulan gelap). Kondisi substrat pada lokasi penelitian adalah pasirIndeks dominansi (D) diperoleh berkisar antara 0,46–0,56 (bulan terang) dan 1–0,62 (bulan gelap). Kondisi substrat pada lokasi penelitian adalah pasir
Useful /
UHOUHO Pengambilan sampel karang Fungia dilakukan dengan metode koleksi bebas menggunakan alat selam SCUBA. Analisis mikrobiologi dilakukan di laboratorium yangPengambilan sampel karang Fungia dilakukan dengan metode koleksi bebas menggunakan alat selam SCUBA. Analisis mikrobiologi dilakukan di laboratorium yang
UHOUHO Lamun merupakan tempat bagi sebagian besar organisme khususnya bintang laut untuk mencari makan, berpijah dan tempat berlindung dari predator. PerbedaanLamun merupakan tempat bagi sebagian besar organisme khususnya bintang laut untuk mencari makan, berpijah dan tempat berlindung dari predator. Perbedaan
UHOUHO Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara nilai-nilai setiap kanal citra SPOT-7 dengan kedalaman perairan dangkal Tanjung Tiram, mensimulasiPenelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara nilai-nilai setiap kanal citra SPOT-7 dengan kedalaman perairan dangkal Tanjung Tiram, mensimulasi
UHOUHO Parameter uji pertumbuhan rumput laut adalah Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), dan parameter pengaruh pertumbuhan adalah faktor oseanografi data yang diperolehParameter uji pertumbuhan rumput laut adalah Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), dan parameter pengaruh pertumbuhan adalah faktor oseanografi data yang diperoleh