UHOUHO

Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan)

Perairan Desa Sombu mempunyai sumberdaya hayati laut yang masih alami seperti makroalga. Makroalga memiliki potensi pengembangan dan persebaran di wilayah pesisir khususnya pada zona intertidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas dan kepadatan jenis makroalga, serta kondisi parameter lingkungan perairan yang mempengaruhi makroalga di perairan Desa Sombu. Pengumpulan data dilakukan pada 3 stasiun dan 3 kali pengulangan. Pengambilan sampel makrolaga dilakukan menggunakan metode transek kuadrat 1x1 m2. Makroalga yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu 11 spesies yang dari 3 kelas makroalga. 5 spesies dari kelas Rhodophyta, 4 spesies dari kelas Pheaophyta, dan 2 spesies dari kelas Chlorophyta. Kepadatan jenis makroalga tertinggi sampai dengan terendah perairan Desa Sombu yaitu 0,971 ind/m2, 0,967 ind/m2 dan 0,733 ind/m2. Berdasarkan spesies yang memiliki kepadatan tertinggi yaitu Gracilaria deblis dan yang terendah yaitu Hydroclathrus clathrus. Selanjutnya nilai keanekaragaman makroalga tergolong kategori sedang, kondisi indeks keseragaman tergolong stabil, dan indeks dominansi tergolong rendah. Parameter lingkungan perairan di Desa Sombu masing-masing mendukuiing pertumbuhan kelangsungan hidup makroalga.

Makroalga yang dijumpai di perairan Desa Sombu sebanyak 11 spesies yang terdiri dari kelas Rhodophyta, Phaeophyta, dan Chlorophyta.Keanekaragaman makroalga di perairan ini tergolong sedang, indeks keseragaman tergolong dalam kategori komunitas stabil, dan indeks dominansi rendah.Kepadatan makroalga kategori tertinggi yaitu spesies Gracilaria deblis dari kelas Rhodophyta, dan kepadatan makroalga terendah yaitu spesies Hypnea charoides.Parameter lingkungan di Desa Sombu mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup makroalga.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak aktivitas pariwisata dan penangkapan biota laut terhadap keragaman makroalga di Desa Sombu. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh variasi substrat (seperti karang atau pecahan karang) terhadap distribusi dan kepadatan makroalga, mengingat substrat pasir saat ini kurang mendukung pertumbuhan optimal. Terakhir, penelitian tentang dinamika jangka panjang parameter lingkungan seperti kecepatan arus dan salinitas dapat membantu memprediksi perubahan komunitas makroalga di masa depan.

Read online
File size332.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test