AMORFATIAMORFATI

International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and LearningInternational Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning

Pendidikan Islam di pondok pesantren sangat menarik untuk diteliti, karena pertama, ada banyak asumsi tentang kualitas pendidikan Islam di pondok pesantren yang menyatakan bahwa pondok pesantren adalah pendidikan Islam tradisional yang tidak selaras dengan perkembangan era modern saat ini, sehingga diperlukan langkah strategis dan mendesak untuk mengembangkan pendidikan Islam di pondok pesantren, misalnya dengan berkolaborasi antara pondok pesantren tradisional dengan pondok pesantren modern, kedua, pondok pesantren perlu melakukan pengembangan agar dapat memenuhi ekspektasi masyarakat, ketiga, di era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam penulisan artikel ini, penulis mencoba menganalisis implementasi kolaborasi kurikulum Pendidikan Salaf di Miftahussudur Campor dan Pendidikan Pesantren Khalaf di Misbahul Ulum Campor. Dari penelitian yang dilakukan penulis tentang implementasi pendidikan di dua pondok pesantren tersebut, dalam implementasi pendidikan Islam, ada dua hal yang dituliskan penulis dalam tesis ini, yaitu 1. implementasi dilakukan di Pondok Pesantren Miftahussudur Campor dan Pondok Pesantren Misabahul Ulum Campor dengan latar belakang menanggapi perkembangan saat ini 2 Hasil wawancara dengan pengasuh pondok pesantren yang menjadi perhatian dalam implementasi kolaborasi antara kedua sekolah. Selama wawancara dengan penulis, ia menyatakan bahwa apa yang menjadi dasar dan kelangsungan hidup pondok pesantren dalam menerapkan sistem ini adalah faktor kesungguhan dan kejujuran serta sumber daya manusia yang memadai. Ini adalah artikel open-access di bawah lisensi CC-BY-SA.

Secara umum, sejarah pertumbuhan dan perkembangan pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, serta sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam, melibatkan kolaborasi antara pendidikan Salafi dan pendidikan modern.Saat ini, 86 pondok pesantren di Indonesia menerapkan sistem ini.Pendidikan Salafi melibatkan studi kitab kuning dengan sistem seperti sorogan, bandongan, dan halaqoh, sedangkan pendidikan modern disampaikan melalui sekolah atau madrasah dengan jadwal dan materi yang diatur oleh institusi.Menariknya, kolaborasi ini tidak hanya didasarkan pada motif dan tujuan untuk mengekstrak ajaran Islam dari sumber aslinya, tetapi juga tidak terpisahkan dari kondisi sosial.

Untuk mengembangkan pendidikan pesantren, penting untuk menghargai perkembangan dan perubahan zaman, serta mempertahankan karakter dan keunikan Salafi Pesantren sebagai ciri khas sistem pendidikan asli. Dengan demikian, diharapkan paper ini dapat berkontribusi pada pengembangan sistem pesantren yang kontekstual, sehingga pesantren dapat mempengaruhi masyarakat. Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana kolaborasi antara pendidikan Salafi dan modern dapat meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren, terutama dalam hal penguasaan kitab kuning dan pengetahuan umum. 2. Meneliti strategi dan metode yang digunakan pesantren dalam menyeimbangkan sistem pendidikan ganda, yaitu menggabungkan ajaran Salafi dari kitab kuning dengan pendidikan modern dari sekolah. 3. Mengeksplorasi peran dan pengaruh pesantren dalam membentuk karakter dan moralitas masyarakat, serta bagaimana pesantren dapat mempertahankan tradisi dan nilai-nilai Islam dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi.

Read online
File size384.99 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test