POLTEKBAPOLTEKBA

JSHPJSHP

Dinamika dunia industri dan dunia kerja (IDUKA) memberikan dampak terhadap fleksibilitas pendidikan kejuruan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu, konsep rekognisi terhadap pengalaman belajar pada siswa SMK juga perlu diterapkan. Salah satu implementasi rekognisi yang dapat diterapkan yaitu skill passport. Namun, studi mengenai skill passport di SMK belum banyak dibahas secara jelas. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran berbasis ASEAN Toolbox di SMK bidang keahlian tata boga, pelaksanaan uji kompetensi siswa SMK bidang keahlian tata boga, dan implementasi skill passport di SMK bidang keahlian tata boga di Provinsi Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai implementasi skill passport di SMK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data dari wawancara dengan kepala sekolah, kaprodi, ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan guru produktif di SMK Pusat keunggulan. Hasil penelitian ini menunjukkan para guru telah mengetahui terkait ASEAN Toolsbox yang dikembangkan dari ACCSTP dan CATC. Namun, sebagian besar guru dan SMK belum menerapkan pembelajaran berbasis ASEAN Toolsbox. Faktor penyebabnya yaitu kurangnya pemahaman dan pelatihan tentang ASEAN Toolsbox dan standar ACCSTP; tantangan dalam menyesuaikan kurikulum dengan standar ASEAN, keterbatasan waktu dan beban kerja guru; dan keterbatasan pengetahuan tentang kebutuhan industri dan globalisasi. Selain itu, pelaksanaan uji kompetensi (UKK) di SMK bidang keahlian Tata Boga dilaksanakan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 1. Adanya perubahasan skema uji kompetensi siswa SMK yang semula skema klaster berubah menjadi skema kualifikasi dan pada akhirnya saat ini berubah menjadi skema okupasi. Temuan lainnya, implementasi perekaman capaian kompetensi sebagai portofolio siswa di SMK bidang keahlian Tata Boga di Provinsi Kalimantan Timur masih terbatas pada bentuk asesmen capaian pembelajaran mata pelajaran yang dilakukan setiap semester dan hanya sebatas evaluasi penguasaan konten mata pelajaran dan belum mengarahkan evaluasi capaian kompetensi baik berdasarkan SKKNI maupun ASEAN Toolsbox.

Skill passport berbasis ASEAN Toolbox memiliki peran krusial bagi siswa SMK dalam mengembangkan dan mendokumentasikan keterampilan yang relevan dengan standar ASEAN serta kebutuhan industri khususnya pada bidang pariwisata.Melalui skill passport, siswa dapat secara sistematis merekam capaian kompetensi mereka yang mengacu pada standar okupasi ASEAN Toolbox.Hasil penelitian ini tidak hanya membantu siswa dalam merencanakan dan memantau perkembangan mereka sendiri, tetapi juga memfasilitasi proses evaluasi yang holistik oleh guru dan pihak terkait dalam mengukur pencapaian keterampilan.Penelitian ini menjadi sangat penting karena memberikan kerangka kerja yang jelas bagi siswa untuk mengembangkan dan mengevaluasi kemampuan mereka sesuai dengan standar yang diakui secara regional dan internasional.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji efektivitas program pelatihan guru dalam menerapkan ASEAN Toolbox untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi kurikulum berstandar internasional. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak penyesuaian kurikulum SMK dengan standar ASEAN terhadap kesiapan siswa menghadapi pasar kerja global. Selanjutnya, pengembangan sistem skill passport yang terintegrasi dengan umpan balik industri dapat menjadi fokus penelitian untuk memastikan relevansi capaian kompetensi dengan kebutuhan sektor pariwisata dan kuliner. Penelitian ini juga dapat menginvestigasi peran skill passport dalam memperkuat transisi siswa dari pendidikan ke dunia kerja melalui penilaian berbasis portofolio. Studi lebih lanjut tentang tantangan struktural dalam implementasi standar ASEAN di SMK dapat memberikan wawasan untuk kebijakan pendidikan vokasi yang lebih efektif. Akhirnya, evaluasi jangka panjang terhadap dampak skill passport terhadap daya saing lulusan SMK di pasar tenaga kerja internasional perlu dilakukan untuk memperkuat dasar teoritis dan praktisnya.

  1. JSHP. implementasi skill passport keahlian tata boga studi kualitatif kalimantan jshp jurnal sosial humaniora... doi.org/10.32487/jshp.v9i1.2462JSHP implementasi skill passport keahlian tata boga studi kualitatif kalimantan jshp jurnal sosial humaniora doi 10 32487 jshp v9i1 2462
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/h0066788APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 h0066788
Read online
File size323.48 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test