IBSIBS

Jurnal Ilmu Manajemen dan EkonomikaJurnal Ilmu Manajemen dan Ekonomika

Interaksi antara manusia dan lingkungan sangat penting karena layanan ekosistem berfungsi sebagai sumber daya penting bagi manusia. Ekonomi merupakan subsistem manusia dan juga subsistem kehidupan di bumi dan ekosistemnya. Perubahan lingkungan telah beralih dari isu marginal bagi para ilmuwan dan aktivis lingkungan menjadi isu penting dalam pembuatan kebijakan global. Untuk memastikan stabilitas keuangan dan pembangunan ekonomi jangka panjang secara global, lembaga keuangan harus secara signifikan mengubah kinerja mereka untuk mempromosikan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia mengumumkan peta jalan, yang menetapkan tujuan akhir finansial berkelanjutan di Indonesia, menyediakan tolok ukur peningkatan finansial berkelanjutan. Makalah ini menjelaskan alasan dan pelaksanaan kebijakan pembiayaan berkelanjutan di bawah konsep Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Makalah ini menjelaskan keberlanjutan kebijakan pembiayaan Islam dengan membukakan topik sifat ilmiah ekonomi heterodoks Islam, khususnya. Istilah pembiayaan berkelanjutan menunjukkan fakta bahwa masyarakat dan ekonomi, keuangan, lingkungan, tata kelola, politik, institusi, dll. tidak dapat berdiri sendiri di luar satu set nilai moral dan etika yang unik dan bersama. Konsep ESG sepenuhnya selaras dengan konsep Maslahah di bawah hukum syariah. Ia menanamkan nilai moral dan etika dalam tubuh pemikiran ekonomi heterodoks Islam yang sejajar dengan peraturan syariah.

Makalah ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan di Indonesia harus menyesuaikan praktik bisnis mereka agar lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan kerangka ESG yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.Implementasi kebijakan OJK tentang pembiayaan berkelanjutan harus melibatkan kolaborasi antara sektor publik dan swasta serta penguatan pasar domestik serta kebijakan insentif.Kesuksesan strategi ini mengharuskan peningkatan kesadaran, penyesuaian regulasi, dan dukungan teknologi untuk memperkuat integrasi ESG dalam keputusan pembiayaan.

Pertama, lakukan penelitian longitudinal yang mengevaluasi dampak jangka panjang implementasi kebijakan OJK terhadap performance keuangan lembaga keuangan dan kesejahteraan sosial masyarakat, dengan mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif dari berbagai sektor; kedua, kembangkan model prediktif berbasis kecerdasan buatan yang memetakan hubungan antara variabel ESG dan risiko kredit di Indonesia, guna membantu lembaga keuangan dalam pengambilan keputusan investasi yang berkelanjutan; ketiga, ciptakan platform kolaboratif antara lembaga keuangan, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat yang memfasilitasi pertukaran informasi, pelatihan, dan best‑practice dalam penerapan prinsip ESG dan nilai Islam, sehingga memperkuat keterbukaan dan akuntabilitas dalam sektor keuangan yang dapat diakses semua pemangku kepentingan.

Read online
File size531.61 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test