169169

Jurnal Seni MakalanganJurnal Seni Makalangan

Tari Kukupu diciptakan oleh Rd. Tjetje Somantri tahun 1952 menggambarkan siklus kehidupan kukupu sejak keluar kepompong, menjemur sayap hingga saling berkejaran, digambarkan dengan gerakan indah. Terinspirasi dari kehidupan binatang, bermula dari pemikiran Tb. Oemay Martakusuma ini bertujuan membaletkan tari Sunda. Namun pada tahun 1978 Irawati melakukan gubahan pada beberapa koreografi dan kostum tarian tersebut, hingga saat ini tarian tersebut masih terpelihara dan diajarkan di sanggar Pusbitari. Penelitian ini mengkaji struktur Tari Kukupu menggunakan landasan konsep pemikiran Y. Sumandiyo Hadi, dengan metode kualitatif deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan struktur Tari Kukupu terdiri dari tigabelas ragam gerak bersumber dari gerak binatang, dapat ditampilkan di panggung manapun sesuai kebutuhan pertunjukan, menggunakan lagu Jemplang dua wilet, berjudul Tari Kukupu, tarian yang bersifat non-literal yang berjenis tipe murni adanya penyajian simbolis-representasional. Ditarikan secara berpasangan atau genap oleh penari perempuan, menggunakan rias korektif serta kostum identik dengan kupu-kupu, berupa properti selendang dan sayap, didukung pula pencahayaan yang hangat.

Tari Kukupu di masa sekarang merupakan hasil gubahan oleh Irawati Durban di tahun 1978 dengan menggubah beberapa gerakan dan design kostum tarian tersebut.Tarian yang bersumber dari gerak binatang sehingga timbulah penemuan baru yang memiliki struktur ragam gerak khusus, sehingga pola gerak tarian ini dikembangkan menjadi gerak kreasi baru (pada masanya).Iringan yang digunakan berupa gamelan laras pelog dan lagu Jemplang 2 wilet untuk mengisi dinamika serta suasana yang harmonis.Tarian ini bertipe murni serta bersifat non literal karena pada koreografinya berfokus pada keindahan gerak tarian tersebut.Mode penyajian tarian ini bersifat simbolis-representasional, yang mewujudkan gerakan dari tingkah laku hewan serta memiliki makna akan kehidupan kukupu.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang peran Irawati dalam menggubah struktur tari Kukupu dapat dikaji lebih mendalam untuk memahami dampak perubahan koreografi terhadap identitas budaya tari Sunda. Kedua, analisis perbedaan antara tarian Kukupu versi asli dan versi gubahan Irawati dapat dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh revisi terhadap estetika dan makna tari. Ketiga, studi tentang adaptasi tari Kukupu dalam konteks pertunjukan modern dapat menjadi arah penelitian baru, terutama bagaimana elemen tradisional dapat disesuaikan dengan selera penonton saat ini tanpa kehilangan esensi budaya.

Read online
File size517.85 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test