BALIPROVBALIPROV
Jurnal Bali Membangun BaliJurnal Bali Membangun BaliTujuan: Tari Rejang Pakuluh diciptakan dengan tujuan memperkaya perbendaharaan tari Rejang yang bisa dipentaskan di mana saja dan kapan saja dalam upacara Dewa Yadnya dan sebagai usaha kreatif untuk ikut melestarikan dan mengembangkan tari‑tari tradisional Bali, serta menciptakan tari yang bertemakan ritual dengan mengedepankan ekspresi kehendak dan tetap mempertahankan makna dari tari rejang. Metode penelitian: Kajian ini menggunakan analisis data secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi literatur. Hasil dan pembahasan: Tari Rejang Pakuluh merupakan tari upacara/ritual mendak tirta untuk menyambut kedatangan pakuluh (tirta/air suci) dari berbagai pura di Bali. Dengan gerak tari yang sederhana, ditarikan oleh 8 orang penari wanita dan lebih mengutamakan ekspresi kehendak serta unsur persembahan kepada Dewa. Tari Rejang Pakuluh berkaitan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa apa yang menjadi kehendak Dewa telah diwujudkan, sehingga temuan utamanya bahwa tari Rejang Pakuluh memang sebagai persembahan kepada Dewa dengan berbagai unsur yang mendukungnya. Implikasi: Tarian ini dipentaskan untuk melengkapi rangkaian upacara agama Hindu, dipentaskan di areal pura yang diiringi dengan Gamelan Gong Gede sesuai panggilan hati dan kewajiban untuk melestarikan tarian upacara yang sangat erat kaitannya sebagai sarana pelaksanaan upacara Yadnya.
Rejang Pakuluh adalah tari upacara yang terinspirasi dari ritual mendak tirta, dipentaskan oleh delapan penari wanita dengan gerakan sederhana yang menekankan ekspresi kehendak dan persembahan kepada Tuhan, serta mengenakan busana dominan putih‑kuning.Pertunjukan berdurasi sepuluh menit, diiringi oleh Gamelan Gong Gede, dan diselenggarakan di Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia Denpasar pada 29 September 2016.Masyarakat diimbau untuk terus melestarikan tari‑tarian upacara, sementara penata tari muda diharapkan tetap menjaga kaidah tradisional walaupun mengembangkan karya baru.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana proses digitalisasi (misalnya penggunaan video‑rekaman 3D) dapat memperluas akses dan pelestarian Tari Rejang Pakuluh di kalangan generasi muda yang tidak berada di lingkungan pura, dengan menguji dampak media digital terhadap pemahaman ritus. Selanjutnya, studi komparatif antara Tari Rejang Pakuluh dan variasi tari rejang lain di Bali dapat mengidentifikasi elemen-elemen gerak yang paling berkontribusi pada persepsi kesakralan, sehingga memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan koreografi yang tetap autentik namun fleksibel. Terakhir, penelitian longitudinal mengenai persepsi penonton terhadap nilai estetika dan spiritual Tari Rejang Pakuluh sebelum dan sesudah pelatihan intensif penari dapat mengungkap faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi pengalaman ritual, yang pada gilirannya dapat membantu merancang program pelatihan yang lebih efektif bagi komunitas seni tradisional.
| File size | 579.83 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
ILININSTITUTEILININSTITUTE Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman relawan tentang digital fundraising, kemampuan teknis, serta strategi komunikasi yangHasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman relawan tentang digital fundraising, kemampuan teknis, serta strategi komunikasi yang
PENERBITPENERBIT Dalam konteks kekinian, Tari Rejang Keraman juga menjadi medium reaktualisasi nilai-nilai Hindu di tengah tantangan modernisasi, sekularisasi, dan komodifikasiDalam konteks kekinian, Tari Rejang Keraman juga menjadi medium reaktualisasi nilai-nilai Hindu di tengah tantangan modernisasi, sekularisasi, dan komodifikasi
UNIMEDUNIMED Tari ini dilakukan secara berkelompok oleh remaja putri yang berusia 7-12 tahun. Property yang digunakan biasanya berwarna merah putih sebagai lambangTari ini dilakukan secara berkelompok oleh remaja putri yang berusia 7-12 tahun. Property yang digunakan biasanya berwarna merah putih sebagai lambang
IDEAJOURNALIDEAJOURNAL Saran tindak lanjut dari pengabdian ini yakni akan dilakukan pengabdian terkait dengan keterlibatan warga dalam melakukan investasi pada wisata panritaSaran tindak lanjut dari pengabdian ini yakni akan dilakukan pengabdian terkait dengan keterlibatan warga dalam melakukan investasi pada wisata panrita
BALIPROVBALIPROV Desa Mengesta telah menjadi destinasi wisata yang ditandai dengan dimulainya promosi secara konvensional maupun modern, seperti adanya papan petunjuk menujuDesa Mengesta telah menjadi destinasi wisata yang ditandai dengan dimulainya promosi secara konvensional maupun modern, seperti adanya papan petunjuk menuju
BALIPROVBALIPROV Implikasi: Semakin rendah LDR dapat menyebabkan semakin tinggi NPL sebab dengan kurang optimalnya penyaluran kredit akan membuat nilai NPL ikut menjadiImplikasi: Semakin rendah LDR dapat menyebabkan semakin tinggi NPL sebab dengan kurang optimalnya penyaluran kredit akan membuat nilai NPL ikut menjadi
BALIPROVBALIPROV Pemerintah dapat berperan penting dalam mendorong produsen dan pedagang untuk melakukan bisnis secara etis dan transparan.melalui kampanye edukasi danPemerintah dapat berperan penting dalam mendorong produsen dan pedagang untuk melakukan bisnis secara etis dan transparan.melalui kampanye edukasi dan
ISI DPSISI DPS Analisis situasi di lapangan menunjukkan belum ada tari ritual upacara piodalan seperti Tari Rejang di Pura tersebut. Selain itu tabuh pengiring juga belumAnalisis situasi di lapangan menunjukkan belum ada tari ritual upacara piodalan seperti Tari Rejang di Pura tersebut. Selain itu tabuh pengiring juga belum
Useful /
POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI Analisis statistik memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan manajemen diri dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitusAnalisis statistik memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan manajemen diri dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus
POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa penyakit menular, sanitasi yang buruk, serta karakteristik ibu berperan penting dalam membentuk beban penurunanKesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa penyakit menular, sanitasi yang buruk, serta karakteristik ibu berperan penting dalam membentuk beban penurunan
POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI Prevalensi anemia di Indonesia meningkat dari 22,7% pada tahun 2013 menjadi 32% pada tahun 2018. Di Samarinda sebanyak 33% siswi kelas X mengalami anemia.Prevalensi anemia di Indonesia meningkat dari 22,7% pada tahun 2013 menjadi 32% pada tahun 2018. Di Samarinda sebanyak 33% siswi kelas X mengalami anemia.
PENERBITPENERBIT Kesimpulan menegaskan bahwa lembaga adat dapat menjadi aktor sah dalam implementasi CSR berbasis budaya lokal dan merekomendasikan model akuntabilitasKesimpulan menegaskan bahwa lembaga adat dapat menjadi aktor sah dalam implementasi CSR berbasis budaya lokal dan merekomendasikan model akuntabilitas