169169
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaBuku cerita anak menyediakan pembaca muda dengan cerita dan lingkungan visual yang membentuk pengalaman membaca awal mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan palet warna pastel telah semakin terlihat dalam ilustrasi buku anak-anak Indonesia, khususnya yang ditujukan untuk audiens usia dini. Studi ini menyelidiki penggunaan warna pastel dalam buku gambar terpilih yang diterbitkan oleh Pelangi Indonesia dan membahas karakteristik visualnya berdasarkan teori warna dan psikologi visual. Analisis didasarkan pada pendekatan deskriptif kualitatif di bidang desain komunikasi visual (VCD) dan membahas hubungan warna, kontras, komposisi, dan organisasi tata letak. Hasil menunjukkan bahwa warna pastel selalu disertai dengan komposisi seimbang dan kontras visual moderat, untuk menciptakan ilustrasi yang menekankan kehalusan dan harmoni visual. Dari perspektif psikologi visual, fitur-fitur ini mungkin membantu membangun lingkungan membaca yang lebih nyaman dan tenang untuk anak-anak berusia 4-6 tahun. Studi ini menunjukkan bahwa desain ilustrasi berbasis pastel adalah pendekatan yang bermanfaat untuk mengembangkan bahan belajar yang mendukung secara visual. Ini merupakan kontribusi untuk diskusi yang sedang berlangsung tentang penggunaan warna dalam komunikasi visual usia dini.
Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara desain ilustrasi, palet warna pastel, dan psikologi visual dalam buku gambar anak terpilih yang diterbitkan oleh Pelangi Indonesia, yaitu Ada Berapa., Tugas Penting Kartika, Jana Tak Mau Tidur, Ketika Paman Kala Diam, dan Lelakut.Hasil menunjukkan penggunaan warna pastel dengan saturasi rendah hingga sedang, nilai kecerahan tinggi, dan komposisi visual yang seimbang.Dalam buku-buku ini, fitur warna sering dikombinasikan dengan kontras moderat, tekstur air warna, dan tata letak visual sederhana, menghasilkan lingkungan membaca yang harmonis secara visual.Pilihan desain ini dapat mempromosikan kenyamanan visual dan daya baca untuk audiens usia dini dari lensa psikologi visual dan teori warna.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan:. . 1. Untuk Desainer Komunikasi Visual dan Ilustrator: Desainer grafis dan ilustrator buku anak harus menjauh dari asumsi komersial yang ketinggalan zaman bahwa anak-anak hanya merespons warna neon atau primer yang berteriak. Desainer harus secara aktif mengintegrasikan ergonomi kognitif ke dalam alur kerja kreatif mereka dengan menerapkan manajemen warna yang disiplin. Direkomendasikan untuk menggabungkan tekstur air warna yang lembut, pendarahan gradien, dan struktur warna pastel yang desaturasi untuk menciptakan media cetak yang ramah sensorik. Perhatian khusus juga harus diberikan pada pemeliharaan batas kontras yang jelas tetapi tidak agresif antara karakter foreground dan ruang background untuk membantu penumpukan pandangan anak.. . 2. Untuk Penerbit Buku Anak dan Dewan Editorial: Rumah penerbit memegang tanggung jawab sosial-pendidikan yang signifikan dalam membentuk bahan bacaan anak-anak. Editor harus secara sengaja mendiversifikasi portofolio visual mereka dengan mendukung ilustrator yang menggunakan gaya artistik alternatif, palet yang redup, dan desain tata letak inklusif. Penerbit disarankan untuk mendirikan kerangka desain kolaboratif yang melibatkan psikolog anak dan praktisi desain selama fase pra-produksi untuk memastikan bahwa buku cetak tidak hanya secara komersial layak tetapi juga melindungi dan mendukung literasi usia dini secara neurologis.. . 3. Untuk Institusi Pendidikan dan Pendidik: Pendidik usia dini, guru, dan orang tua harus menjadi lebih melek visual saat mengkurasi bahan bacaan untuk pembelajar muda. Kriteria seleksi untuk perpustakaan sekolah harus menekankan pada kenyamanan visual dan harmoni tata letak buku gambar. Buku yang ramah sensorik yang menerapkan lingkungan visual yang menenangkan dan bumi harus menjadi prioritas, terutama saat merancang rutinitas belajar untuk anak-anak dengan tingkat distraksi tinggi, sensitivitas pemrosesan sensorik, atau perilaku defisit perhatian.
| File size | 823.99 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
169169 Di Papua yang modern, Wisisi telah melampaui pengaturan ritual menjadi pertunjukan pendidikan dan publik, membuka jalur budaya untuk pembelajaran multikultural.Di Papua yang modern, Wisisi telah melampaui pengaturan ritual menjadi pertunjukan pendidikan dan publik, membuka jalur budaya untuk pembelajaran multikultural.
169169 Penelitian ini menyelidiki mandiek anak, sebuah ritual pernikahan khas dari komunitas Langgam Saripado di Nagari Salareh Aia, Sumatera Barat, sebagai mediaPenelitian ini menyelidiki mandiek anak, sebuah ritual pernikahan khas dari komunitas Langgam Saripado di Nagari Salareh Aia, Sumatera Barat, sebagai media
169169 Strategi pembelajaran berbasis CTL yang melibatkan pengenalan, praktik kolaboratif, refleksi, dan evaluasi menyarankan adanya peluang untuk menghubungkanStrategi pembelajaran berbasis CTL yang melibatkan pengenalan, praktik kolaboratif, refleksi, dan evaluasi menyarankan adanya peluang untuk menghubungkan
169169 Pelatihan yang diberikan memperkenalkan peserta pada elemen-elemen visual alternatif yang dapat disesuaikan dengan produk lukisan sambil tetap terhubungPelatihan yang diberikan memperkenalkan peserta pada elemen-elemen visual alternatif yang dapat disesuaikan dengan produk lukisan sambil tetap terhubung
DINUSDINUS Dengan demikian, secara langsung dapat membentuk persepsi dan tertanam di benak konsumen. Inilah yang dilakukan oleh Zanana sehingga dalam studi ini ZananaDengan demikian, secara langsung dapat membentuk persepsi dan tertanam di benak konsumen. Inilah yang dilakukan oleh Zanana sehingga dalam studi ini Zanana
MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE Kaswari Unggul dari perspektif sosial‑historis. Penelitian menyelidiki bagaimana kebijakan transmigrasi Orde Baru pada tahun 1980-an membentuk pola kepemilikanKaswari Unggul dari perspektif sosial‑historis. Penelitian menyelidiki bagaimana kebijakan transmigrasi Orde Baru pada tahun 1980-an membentuk pola kepemilikan
UNJAYAUNJAYA Penambahan 2 atau 3 layer konvolusi menurunkan akurasi secara signifikan hingga hanya 46%. Grafik akurasi dan loss menunjukkan konfigurasi satu layer lebihPenambahan 2 atau 3 layer konvolusi menurunkan akurasi secara signifikan hingga hanya 46%. Grafik akurasi dan loss menunjukkan konfigurasi satu layer lebih
UNRAMUNRAM Fitur terbaik untuk kelas jenis kesegaran yaitu fitur GLCM dengan nilai akurasi 58,5%. Perbedaan penggunaan media pengambilan gambar dataset pada penelitianFitur terbaik untuk kelas jenis kesegaran yaitu fitur GLCM dengan nilai akurasi 58,5%. Perbedaan penggunaan media pengambilan gambar dataset pada penelitian
Useful /
169169 Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi tari klasik Yogyakarta berfungsi sebagai strategi pengayaan koreografi, bukan sebagai pendirian sistem koreografiTemuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi tari klasik Yogyakarta berfungsi sebagai strategi pengayaan koreografi, bukan sebagai pendirian sistem koreografi
UIGMUIGM Berdasarkan analisis tingkat maturitas penerapan smart environment dengan menggunakan maturity model yang memiliki 5 level maturitas, penelitian ini menunjukkanBerdasarkan analisis tingkat maturitas penerapan smart environment dengan menggunakan maturity model yang memiliki 5 level maturitas, penelitian ini menunjukkan
UNHJAMBIUNHJAMBI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan penyuluh KB kepada Kader, dan mengetahui faktor pendukung serta penghambatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan penyuluh KB kepada Kader, dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat
UNHJAMBIUNHJAMBI Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC). Penelitian ini bersifat deskriptifTeori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC). Penelitian ini bersifat deskriptif