UNHJAMBIUNHJAMBI

Komunikarya: Jurnal Ilmu KomunikasiKomunikarya: Jurnal Ilmu Komunikasi

Strategi komunikasi penyuluh lapangan Keluarga Berencana dalam meningkatkan partisipasi bina keluarga balita (BKB) di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi, dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman kader dalam menyampaikan program BKB menyebabkan minat dari masyarakat terhadap program BKB belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan penyuluh KB kepada Kader, dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat strategi komunikasi penyuluh KB terhadap kader BKB di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara yang mencakup data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif yang dikembangkan oleh Matthew B. Miles, yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen strategi komunikasi dapat dilihat dari peran petugas penyuluh Keluarga Berencana (KB), yang berfungsi sebagai komunikator, edukator, fasilitator, mediator, dan motivator. Selain itu, elemen komunikasi lainnya mencakup pesan, media, komunikan, dan efek. Dalam penelitian ini, masih terdapat aspek-aspek yang belum terpenuhi, yang terlihat dari efek yang dihasilkan oleh kader yang masih kurang optimal dalam menyampaikan program Bimbingan Keluarga Berencana (BKB), meskipun didukung oleh fasilitas yang memadai. Faktor bahasa juga menjadi penghambat dalam penyampaian informasi, yang berdampak pada minat masyarakat terhadap program BKB.

Strategi komunikasi penyuluh KB memegang peranan penting dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak melalui program BKB.Pendekatan komunikasi yang adaptif dan partisipatif dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam merawat anak.Kolaborasi antara penyuluh KB dan pihak terkait, serta penggunaan media komunikasi beragam, menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program.Namun, tantangan seperti aksesibilitas informasi tetap menjadi kendala yang perlu ditangani.

Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan efektivitas komunikasi penyuluh KB, terutama melalui media sosial atau platform mobile yang lebih interaktif. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kesiapan kader BKB dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas cakupan sosialisasi program. Studi juga bisa fokus pada pengembangan model pendampingan khusus bagi kader yang kurang mampu beradaptasi dengan perubahan metode komunikasi modern, serta analisis dampak keterbatasan akses informasi pada daerah terpencil terhadap implementasi program BKB.

  1. Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Melalui Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) di Kampung Keluarga Berkualitas... ijespgjournal.org/index.php/shkr/article/view/115Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Melalui Kegiatan Bina Keluarga Balita BKB di Kampung Keluarga Berkualitas ijespgjournal index php shkr article view 115
  2. POLA ASUH BALITA IBU-IBU KELOMPOK SASARAN PADA PROGRAM KEGIATAN BINA KELUARGA BALITA USIA 0–12... journal.uny.ac.id/index.php/informasi/article/view/7765POLA ASUH BALITA IBU IBU KELOMPOK SASARAN PADA PROGRAM KEGIATAN BINA KELUARGA BALITA USIA 0Ae12 journal uny ac index php informasi article view 7765
Read online
File size191.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test