UNANDUNAND

Jurnal ArbitrerJurnal Arbitrer

Artikel ini membahas retorika visual dan verbal dalam seni Baburite, dengan fokus pada interaksi antara elemen visual dan teks dalam manuskrip Islamicate. Artikel ini menganalisis metode semiotik dan multimodal yang digunakan untuk memahami seni tersebut, khususnya pada masa pemerintahan Zahiruddin Muhammad Babur dan keturunannya. Karya ini menawarkan analisis psikologis terhadap miniatur, kaligrafi, dan inskripsi sebagai alat retorika yang kuat untuk menyebarkan pesan kekaisaran, membentuk identitas budaya dan nasional melalui koneksi dengan berbagai agama, serta memperkuat legitimasi politik. Artikel ini juga menekankan pengaruh Babur terhadap evolusi seni lukis India, khususnya perannya dalam mengimpor praktik seni Persia dan Asia Tengah yang kemudian bercampur dengan gaya regional di India untuk membentuk budaya visual Mughal yang khas. Sebagai hasil dari hibriditas budaya, kontribusi seni Babur memengaruhi arah seni viceroys Mughal dalam narasi visual dan sastra mereka. Artikel ini menyoroti tema-tema kunci seperti pengaruh Persia, Asia Tengah, dan India, serta menekankan pentingnya melihat seni Baburite sebagai sarana representasi artistik dan propaganda. Artikel ini mendorong pendekatan yang lebih terintegrasi dalam mempertimbangkan seni Baburite sebagai ekspresi budaya dan komunikasi kekaisaran yang simultan.

Peninjauan kembali ini memperkuat posisi penting seni Baburite dalam visi dan ideologi Kekaisaran Mughal.Melalui analisis hubungan antara elemen visual dan verbal, dapat dibuktikan bahwa warisan seni Babur tidak hanya sekadar latihan estetika, melainkan juga mekanisme propaganda politik dan artikulasi identitas budaya.Konvergensi tradisi artistik Persia, Asia Tengah, dan India di istana Babur memainkan peran krusial dalam pengembangan gaya Islamicate Mughal yang tidak hanya mengekspresikan kekuasaan kekaisaran, tetapi juga memfasilitasi kebangkitan budaya yang meninggalkan jejak abadi pada seni lukis India selama berabad-abad.Konvergensi semiotika dengan studi multimodal mengungkapkan perspektif baru tentang retorika yang tertanam dalam kodeks-kodeks ini, sehingga mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi antara mode visual dan verbal dalam menyampaikan makna yang beragam.Meskipun Babur tidak meninggalkan arsitektur India yang menonjol, pengaruhnya pada lukisan tetap menjadi aspek penting dari warisan budaya yang ia tinggalkan, yang menggambarkan dirinya sebagai pelindung seni dan raja yang melintasi dunia.Penilaian selanjutnya dapat menyelidiki lebih lanjut dampak sosial yang berkelanjutan dari tradisi seni Baburite pada seni Mughal dan India selanjutnya, serta perkembangan retorika visual dan verbal dalam karya seni bersejarah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki dampak sosial yang berkelanjutan dari tradisi seni Baburite pada seni Mughal dan India selanjutnya. Selain itu, studi lebih lanjut tentang perkembangan retorika visual dan verbal dalam karya seni bersejarah dapat dilakukan. Terakhir, penelitian tentang bagaimana seni Baburite berfungsi sebagai sarana komunikasi politik dan ekspresi budaya dapat memberikan wawasan yang berharga.

  1. Bringing metaphors back to the streets: a corpus-based study for the identification and interpretation... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1470357219877538Bringing metaphors back to the streets a corpus based study for the identification and interpretation journals sagepub doi 10 1177 1470357219877538
Read online
File size1.34 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test