169169

Jurnal Seni MakalanganJurnal Seni Makalangan

Daun girang (Leea indica) merupakan tumbuhan yang hingga kini masih digunakan dalam seni pertunjukan Bali, khususnya tari Bali. Daun ini umumnya ditempatkan pada bagian telinga, rambut, dan gelungan (hiasan kepala) penari sebagai bagian dari busana tari. Meskipun telah menjadi bagian dari tradisi kepenarian Bali, kajian mengenai fungsi dan maknanya masih relatif terbatas. Melalui pendekatan kualitatif dan kajian pustaka, artikel ini mengkaji . Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan, yang merupakan seorang budayawan, seniman, dan akademisi Bali, yakni I Gede Anom Ranuara, S.Pd., S.Sn., M.Si, M.Ag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun girang memiliki fungsi estetis sebagai pelengkap tata busana serta fungsi identitas budaya. Daun girang juga mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan kata girang yang dalam Bahasa Bali berarti senang atau gembira, yang melambangkan harapan akan semangat, keceriaan, dan rasa percaya diri penari, sehingga dapat tampil secara optimal. Keberlanjutan penggunaannya menunjukkan adanya proses transmisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Bali.

Penggunaan daun girang dalam seni pertunjukan Bali, khususnya tari, menunjukkan bahwa unsur alam memiliki peran penting dalam mendukung estetika pertunjukan, memiliki makna tersendiri, serta sebagai identitas budaya yang diwariskan antar generasi dalam tradisi kepenarian Bali.Makna daun girang diyakini merupakan pemaknaan kata girang yang berarti senang, bahagia, atau gembira.Oleh karena itu, penggunaannya mengandung harapan agar penari dapat tampil dengan suasana hati yang ceria, penuh semangat, dan mampu menampilkan pertunjukan yang optimal.Selain itu, keberadaan daun girang juga dipercaya sebagai simbol yang dapat memunculkan rasa percaya diri dan kesiapan mental sebelum tampil di atas panggung.Keberlangsungan penggunaan daun girang hingga saat ini tidak terlepas dari proses transmisi budaya yang berlangsung melalui tradisi lisan, praktik berkesenian, serta hubungan antara guru dan murid dalam komunitas seni.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi simbol-simbol alam lain dalam tari Bali dan membandingkan maknanya dengan daun girang. Selanjutnya, studi tentang dampak psikologis daun girang terhadap penari, seperti apakah penggunaannya benar-benar meningkatkan rasa percaya diri dan fokus selama pertunjukan, bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, penelitian dapat fokus pada cara daun girang beradaptasi dalam konteks seni pertunjukan modern tanpa kehilangan makna budaya dan filosofinya, misalnya dengan mempelajari inovasi desain tata busana yang tetap mempertahankan elemen tradisional. Penelitian ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kebutuhan ekspresi seni yang relevan dengan era saat ini.

  1. Kepribadian Kolektif: Kebudayaan Membentuk Pola Berpikir dan Perilaku dalam Masyarakat | Journal of Education... doi.org/10.58707/jec.v5i2.1240Kepribadian Kolektif Kebudayaan Membentuk Pola Berpikir dan Perilaku dalam Masyarakat Journal of Education doi 10 58707 jec v5i2 1240
Read online
File size576.92 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test