UIGMUIGM

Jurnal Pemerintahan dan PolitikJurnal Pemerintahan dan Politik

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap pengelolaan ruang terbuka hijau di Putri Pinang Masak Park Kota Jambi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan pemanfaatan ruang terbuka hijau oleh masyarakat. Desain/metodologi/pendekatan : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan secara mendalam dan wawancara semi-terstruktur dengan pengunjung Taman Putri Pinang Masak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber. Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons masyarakat terhadap RTH di Taman Putri Pinang Masak masih menunjukkan adanya kesenjangan antara pembangunan fisik dan keberlanjutan operasional. Meskipun fasilitas yang tersedia cukup lengkap, pengelolaan cenderung bersifat reaktif sehingga menyebabkan penurunan kualitas vegetasi dan kenyamanan lingkungan. Selain itu, ditemukan hambatan aksesibilitas non-fisik berupa penataan area parkir dan pedagang yang belum terorganisir, serta minimnya fasilitas berbasis desain universal bagi penyandang disabilitas. Implikasi Praktis : Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Dinas PUPR, untuk mentransformasi sistem pengelolaan RTH dari pendekatan reaktif menjadi preventif-kolaboratif dengan melibatkan partisipasi masyarakat demi menjamin keberlanjutan fungsi sosial dan ekologis taman. Originalitas/Nilai : Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian pengelolaan ruang terbuka hijau dengan menyoroti respon masyarakat sebagai indikator evaluasi pengelolaan, khususnya pada konteks taman kota di Kota Jambi yang masih terbatas diteliti. Kata Kunci : respon masyarakat, ruang terbuka hijau, pengelolaan taman, aksesibilitas, Putri Pinang Masak Park.

Respons masyarakat terhadap pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Putri Pinang Masak Park, Kota Jambi menunjukkan ketidaksesuaian antara pembangunan fisik yang baik dengan kualitas pemeliharaan yang belum optimal.Meskipun taman ini berfungsi sebagai ikon publik yang strategis, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti kerusakan fasilitas, rendahnya kebersihan toilet, penumpukan sampah, serta belum tersedianya fasilitas yang inklusif bagi penyandang disabilitas.Dalam perspektif teori akses, temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka hijau tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.

Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan berdasarkan temuan ini. Pertama, penelitian tentang pengaruh partisipasi masyarakat dalam model pengelolaan RTH preventif-kolaboratif untuk meningkatkan keberlanjutan fungsi sosial dan ekologis taman. Kedua, analisis efektivitas desain universal dalam meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di ruang publik kota. Ketiga, studi mengenai dampak faktor musiman dan kebijakan lokal terhadap pola penggunaan RTH oleh masyarakat. Ketiga saran ini dapat menjadi arah studi yang mengintegrasikan teori akses dengan praktik pengelolaan ruang publik berkelanjutan.

  1. Diskursif Politik Lingkungan dan Relasi Aktor dalam Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Lebak, Banten |... doi.org/10.36982/jpp.v10i2.4696Diskursif Politik Lingkungan dan Relasi Aktor dalam Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Lebak Banten doi 10 36982 jpp v10i2 4696
  2. HUBUNGAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP TINGKAT STRES MASYARAKAT PERKOTAAN DI KOTA DENPASAR |... doi.org/10.24843/ejes.2023.v17.i02.p07HUBUNGAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP TINGKAT STRES MASYARAKAT PERKOTAAN DI KOTA DENPASAR doi 10 24843 ejes 2023 v17 i02 p07
Read online
File size543.3 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test