UIGMUIGM

Besaung : Jurnal Seni Desain dan BudayaBesaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya

Bunga Bungong Jeumpa atau disebut juga dengan bunga cempaka merupakan bunga khas Aceh yang memiliki visual yang indah dan berbau wangi. Bunga ini memiliki berbagai manfaat, pada bagian kayu dapat digunakan sebagai bahan obat herbal, sementara bunganya dapat digunakan sebagai bahan wewangian pada parfum serta bahan baku minyak atsiri. Manfaatnya yang begitu banyak menyebabkan populasi dari bunga ini mengalami penurunan. Penciptaan busana muslim dengan inspirasi bunga Bungong Jeumpa dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian bunga ini. Dalam proses penciptaan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskripsi, dengan menggunakan metode ini dapat mengali akan visualisasi dari bunga Bungong Jeumpa serta memahami unsur-unsur budaya Aceh yang akan dikombinasikan dalam proses pembuatan motif bunga cempaka. Selain itu dalam metode penciptaan menggunakan beberapa tahapan yaitu pra-perancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Melalui tahapan ini akan menciptakan suatu motif batik bunga Bungong Jeumpa yang akan distilasi dengan sentuhan budaya dari Aceh dengan tambahan ornamen khas dari Aceh. Setelah proses pembuatan batik dilanjutkan proses perwujudan yaitu proses menjahit serta dilakukan juga proses penyajian sebagai bentuk evaluasi yang berguna untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan dalam proses pembuatan motif batik Bungong Jeumpa yang nantinya diwujudkan ke dalam busana muslim. Dampak yang diharapkan dari penciptaan ini adalah mampu memperkenalkan kembali Bungong Jeumpa sebagai identitas khas Aceh kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda masa kini.

Kesimpulan yang dapat disampaikan dalam proses penciptaan busana muslim dengan inspirasi bunga Bungong Jeumpa atau bunga cempaka khas Aceh menunjukkan bahwa motif yang digunakan merupakan hasil stilasi dari bentuk asli bunga cempaka.Pengolahan bentuk dilakukan dengan menonjolkan helai-helai bunga yang disusun menyerupai pancaran cahaya, sehingga menghasilkan kesan dinamis dan elegan.Selain itu, motif utama tersebut dipadukan dengan ornamen khas Aceh sebagai motif pendukung, sehingga memperkuat identitas budaya daerah dalam karya batik yang dihasilkan.Proses penciptaan busana ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis, yaitu tahap pra-perancangan, perancangan, perwujudan, hingga penyajian.Tahapan-tahapan tersebut memberikan alur kerja yang terstruktur sehingga mempermudah dalam pengembangan ide, pembuatan desain, hingga realisasi busana.Dengan adanya tahapan ini, proses penciptaan menjadi lebih terarah dan mampu menghasilkan karya yang sesuai dengan konsep yang telah direncanakan.Selain itu, pemilihan warna dalam busana muslim ini mengacu pada warna-warna khas daerah Aceh yang kemudian dikombinasikan dengan pendekatan desain yang lebih modern.Hal ini dilakukan sebagai bentuk interpretasi terhadap busana muslim yang tidak hanya mempertahankan nilai tradisional, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan tren fesyen masa kini.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan teknik batik tradisional dan modern dalam pengembangan motif Bungong Jeumpa untuk meningkatkan kualitas visual dan kenyamanan busana. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi variasi desain yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar, seperti penerapan motif pada jenis busana muslim yang lebih beragam. Terakhir, penelitian juga dapat fokus pada aspek keberlanjutan (sustainable fashion) dengan menggunakan bahan ramah lingkungan dan teknik produksi yang lebih efisien, sehingga karya yang dihasilkan relevan dengan perkembangan industri fesyen saat ini.

  1. Ornamental Patterns of Contemporary Indonesian Batik: Clothing for Strengthening the Articulation of... ejournal.usm.my/wacanaseni/article/view/ws_vol23-2024_2Ornamental Patterns of Contemporary Indonesian Batik Clothing for Strengthening the Articulation of ejournal usm my wacanaseni article view ws vol23 2024 2
  2. Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Batik Besurek Dalam Konteks Komersialisasi | Besaung : Jurnal... doi.org/10.36982/jsdb.v10i3.6160Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Batik Besurek Dalam Konteks Komersialisasi Besaung Jurnal doi 10 36982 jsdb v10i3 6160
  3. Robot Sebagai Sumber Ide Motif Batik Kontemporer dengan Teknik Malam Dingin | Besaung : Jurnal Seni Desain... ejournal.uigm.ac.id/index.php/Besaung/article/view/6954Robot Sebagai Sumber Ide Motif Batik Kontemporer dengan Teknik Malam Dingin Besaung Jurnal Seni Desain ejournal uigm ac index php Besaung article view 6954
Read online
File size592.68 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test