UMBUMB

Journal of Technopreneurship and Information System (JTIS)Journal of Technopreneurship and Information System (JTIS)

Perkembangan industri video game tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi grafis dan narasi, tetapi juga oleh perancangan antarmuka atau User Interface (UI) yang efektif. UI berperan penting sebagai jembatan interaksi antara pemain dan sistem dalam game. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tipe-tipe UI yang digunakan dalam berbagai genre video game dapat memengaruhi tingkat imersivitas pemain. Setiap genre game seperti First-Person Shooter (FPS), Role-Playing Game (RPG), dan simulasi memiliki kebutuhan dan pendekatan UI yang berbeda, baik dari segi desain visual, fungsionalitas, maupun keterlibatan emosional pemain. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan pendekatan studi kasus pada beberapa video game dari genre berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung gameplay (baik memainkan langsung maupun menonton di platform seperti YouTube), analisis ulasan dari media game (seperti IGN, dan Steam), serta eksplorasi diskusi komunitas pemain melalui forum daring seperti Reddit. Penelitian ini menganalisis bagaimana elemen-elemen UI seperti HUD, menu navigasi, ikon, dan indikator visual lainnya dapat menunjang atau menghambat pengalaman bermain yang imersif.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis tipe-tipe User Interface (UI) dalam meningkatkan imersivitas video game sesuai genre, dapat disimpulkan bahwa UI memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas pengalaman bermain.Survei yang melibatkan 94 responden menunjukkan bahwa mayoritas peserta berada pada rentang usia 22–25 tahun, dengan puncak tertinggi di usia 22 tahun (10,6%).Kelompok ini mendominasi preferensi dan mewakili demografi pemain muda-dewasa yang aktif mengikuti perkembangan game modern.Dari segi genre, RPG menjadi genre paling populer dengan preferensi sebesar 41,5%, disusul oleh Fighting (22,3%), FPS (21,3%), dan Action (14,9%).Pada RPG, judul seperti Persona 5 Royal dipilih oleh 33% responden, diikuti Skyrim (17%) dan The Witcher 3 (12,8%).Preferensi ini menegaskan kecenderungan pemain terhadap UI naratif dan mendetail yang umum pada RPG.Pada genre FPS, Valorant menempati posisi teratas dengan 9 suara, mencerminkan popularitas dan kesederhanaan UI-nya yang memudahkan fokus pemain pada aksi kompetitif.Modern Warfare 2 (7 suara) dan Bioshock Infinite (6 suara) menonjol karena keseimbangan UI informatif dan atmosferik.Sementara itu, di genre Hack and Slash, God of War memimpin dengan 10 suara, diikuti Metal Gear Rising (9 suara) dan Nier Automata (8 suara), menunjukkan apresiasi pemain terhadap UI sinematik yang tetap fungsional.Secara umum, lebih dari 85% responden menyatakan bahwa UI memiliki pengaruh besar terhadap imersivitas, baik pada genre FPS maupun Hack and Slash.Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan desain UI harus disesuaikan dengan karakteristik gameplay.RPG membutuhkan UI non-diegetic dan spatial untuk manajemen kompleks, FPS lebih cocok dengan UI minimalis diegetic untuk fokus aksi, sedangkan Hack and Slash membutuhkan kombinasi non- diegetic minimalis dan spatial untuk mendukung intensitas visual dan pertarungan cepat.Penyesuaian ini krusial agar pengalaman bermain tetap optimal, mendalam, dan memuaskan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan studi yang lebih mendalam tentang pengaruh UI pada imersivitas pemain dalam genre-genre game yang spesifik, seperti RPG, FPS, dan Hack and Slash. Penelitian ini dapat berfokus pada aspek-aspek tertentu seperti desain visual, fungsionalitas, dan keterlibatan emosional pemain, serta bagaimana UI dapat ditingkatkan untuk meningkatkan imersivitas dalam genre-genre tersebut. 2. Melakukan analisis komparatif antara UI dalam game-game yang memiliki genre serupa, tetapi dengan pendekatan desain yang berbeda. Misalnya, membandingkan UI dalam game-game FPS yang memiliki desain minimalis dengan game-game FPS yang memiliki desain lebih kompleks, dan menganalisis dampak perbedaan desain tersebut terhadap imersivitas pemain. 3. Menjelajahi potensi penggunaan teknologi VR (Virtual Reality) dalam meningkatkan imersivitas melalui UI yang inovatif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana UI dalam game VR dapat dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih imersif dan interaktif, serta bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan pemain dalam dunia game.

Read online
File size986.32 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test