UnwahasUnwahas

Jurnal MediagroJurnal Mediagro

Produktivitas kentang di Indonesia masih relatif rendah yaitu 13,38 t ha⁻¹, dibandingkan dengan potensi hasil optimal yang dapat mencapai 26,5 t ha⁻¹. Rendahnya produktivitas ini disebabkan oleh penggunaan benih berkualitas rendah, praktik budidaya yang kurang efisien, serta keterbatasan akses petani terhadap teknologi dan sarana produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan hasil benih kentang Generasi-2 (G2) yang diperoleh dari stek dan umbi varietas Granola Lembang di lahan percobaan di Pujon, Malang. Percobaan dilakukan dengan penerapan teknik budidaya standar, termasuk pemupukan organik dan anorganik, pembumbunan, pengairan, serta pengendalian hama dan penyakit terpadu. Parameter agronomi yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang primer, jumlah daun, jumlah umbi, dan bobot umbi per tanaman. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk membandingkan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil tanaman yang diamati. Uji T memperlihatkan nilai p-value < 0,05 pada seluruh parameter pengamatan hari ke-56, 70, dan 84. Temuan ini menunjukkan bahwa baik stek maupun umbi bertunas dapat digunakan secara efektif untuk menghasilkan benih kentang G2.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil tanaman yang diamati.Uji T memperlihatkan nilai p-value < 0,005 pada seluruh parameter pengamatan hari ke-56, 70, dan 84.Benih yang berasal dari umbi memiliki rerata yang lebih tinggi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan berat umbi.Namun, benih yang berasal dari stek memberikan rerata yang lebih tinggi pada jumlah cabang primer dan jumlah umbi.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan melibatkan varietas kentang yang lebih beragam, uji coba lapangan berskala lebih besar, dan kondisi lingkungan yang beragam untuk memperkuat validitas temuan ini. Selain itu, penilaian komprehensif terhadap perkembangan akar, efisiensi penyerapan hara, dan kelayakan ekonomi diperlukan untuk memberikan perbandingan yang lebih teliti antara teknik perbanyakan stek batang dan berbasis umbi. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada optimasi teknik perbanyakan benih kentang, termasuk penggunaan stek dan umbi, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas benih kentang di Indonesia.

  1. PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS CHITRA PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK... agroteksos.unram.ac.id/index.php/Agroteksos/article/view/899PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG Solanum tuberosum L VARIETAS CHITRA PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK agroteksos unram ac index php Agroteksos article view 899
  2. Jurnal Agrium. morfologi hasil tanaman kentang varietas granola merah meriah provinsi aceh jurnal agrium... doi.org/10.29103/agrium.v18i1.3844Jurnal Agrium morfologi hasil tanaman kentang varietas granola merah meriah provinsi aceh jurnal agrium doi 10 29103 agrium v18i1 3844
  3. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Pemberian Naungan dan Pupuk... doi.org/10.25047/agriprima.v2i1.72Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang Solanum tuberosum L Terhadap Pemberian Naungan dan Pupuk doi 10 25047 agriprima v2i1 72
Read online
File size413.98 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test