USNSJUSNSJ

AJAJ

Jamur tiram adalah tanaman saprofitik yang hidup di kayu lunak dan memperoleh makanan dengan memanfaatkan sisa bahan organik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana nilai pemasaran baru berpengaruh pada budidaya jamur tiram di Desa Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, serta mengetahui variabel dalam pemasaran yang memengaruhi minat budidaya jamur tiram di Desa Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling purposif, yaitu teknik berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti berdasarkan karakteristik populasi yang sudah diketahui, kemudian peneliti menentukan berdasarkan pertimbangannya sendiri. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Uji instrumen dilakukan dengan validasi dan reliabilitas menggunakan program SPSS. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif untuk mengidentifikasi pemasaran dalam menganalisis minat budidaya. Hasil studi menunjukkan bahwa pemasaran yang terdiri dari variabel harga dan promosi memiliki pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi di bawah 0,05%, sementara variabel produk dan tempat tidak memiliki efek signifikan. Variabel pemasaran secara bersama-sama memengaruhi minat budidaya.

Variabel yang memengaruhi pemasaran terhadap minat budidaya jamur tiram di Desa Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare dapat ditunjukkan dengan nilai Tcount 2,383, koefisien regresi (b2) 0,342, dan nilai signifikansi 0,021.Karena nilai signifikansi <0,05 dan koefisien regresi bernilai positif, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif harga terhadap minat budidaya jamur tiram di Desa Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.Sama halnya dengan variabel promosi, terdapat pengaruh terhadap minat budidaya jamur tiram di Desa Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, ditunjukkan oleh nilai Tcount 2,069, koefisien regresi (b4) 0,315, dan nilai signifikansi 0,044.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh variabel pemasaran lain seperti kualitas produk atau distribusi terhadap minat budidaya jamur tiram di daerah lain dengan kondisi iklim berbeda. Selain itu, penelitian dapat memperluas cakupan studi untuk mengevaluasi dampak jangka panjang strategi promosi terhadap pertumbuhan usaha budidaya jamur tiram. Terakhir, penelitian dapat menggali faktor-faktor non-pemasaran, seperti akses modal atau pengetahuan teknis, yang mungkin memengaruhi keberlanjutan budidaya jamur tiram di komunitas tertentu.

  1. Marketing Mix Analysis Of Interest In Oyster Mushroom Cultivation | Handika | Agribusiness Journal. marketing... doi.org/10.31327/aj.v6i2.2032Marketing Mix Analysis Of Interest In Oyster Mushroom Cultivation Handika Agribusiness Journal marketing doi 10 31327 aj v6i2 2032
Read online
File size279.24 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test